Jenin, LiputanIslam.com – Militer Israel telah mundur dari kota dan kamp pengungsi Jenin di wilayah pendudukan Tepi Barat setelah serangan mereka menewaskan banyak orang dan menghancurkan infrastruktur penting.
Kantor berita Palestina Wafa pada hari Jumat (6/8) mengonfirmasi bahwa pasukan Israel telah mundur dari kota tersebut setelah pengepungan selama 10 hari, tapi penduduk khawatir tentara akan kembali setelah pindah sementara ke pos pemeriksaan militer di sekitarnya.
Setidaknya 21 warga Palestina, termasuk anak-anak dan orang tua, gugur di Jenin dalam beberapa hari terakhir, dan setidaknya 130 lainnya terluka, untuk Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.
Militer Israel mengatakan pada hari Jumat bahwa pasukannya telah “melakukan aktivitas kontraterorisme di wilayah Jenin”, tanpa mengonfirmasikan penarikan tersebut.
Dalam pernyataan tertulisnyadisebutkan bahwa mereka telah membunuh 14 “teroris” dan menangkap lebih dari 30 “tersangka” di Jenin selama pengepungan tersebut, dan mengklaim telah menghancurkan sekitar 30 bahan peledak, serta gudang senjata bawah tanah yang terletak di bawah sebuah masjid dan sebuah laboratorium untuk produksi bahan peledak.
Militer Israel melancarkan serangan di wilayah utara Tepi Barat pada tanggal 28 Agustus yang menargetkan Jenin dan Tulkarem di antara wilayah lainnya dalam serangan terbesarnya di wilayah pendudukan tersebut sejak Intifada kedua pada awal tahun 2000-an.
“Warga Palestina di Jenin akhirnya dapat keluar dari rumah mereka dan melihat serta menilai tingkat kerusakan, sementara mereka yang harus meninggalkan (kota) akhirnya kembali,” kata jurnalis Leila Warah, yang melaporkan dari Ramallah.
Dia menyebutkan bahwa militer Israel masih hadir di wilayah lain di Tepi Barat, dengan serangan di kamp pengungsi Nablus dan Balata serta penggerebekan di wilayah Betlehem, Hebron, dan Ramallah. (mm/aljazeera)