Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Miris, Kota El Fasher di Sudan Jadi Ajang Pembantaian Massal, Ribuan Tewas dalam Dua Hari

Published 30/10/2025 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Khartoum, LiputanIslam.com –   Dalam salah satu babak paling mengerikan dalam perang Sudan, kota El Fasher berubah menjadi kuburan massal setelah Pasukan Dukungan Cepat (RSF) merebut kendali atas kota itu setelah mengepungnya selama lebih dari setahun.

The Washington Post mengungkap kekejaman yang mengerikan dalam sebuah laporan yang didukung oleh kesaksian warga setempat. Surat kabar AS tersebut mengonfirmasi bahwa aksi pembunuhan massal dan eksekusi singkat bahkan menyasar para pasien di RS Universitas El Fasher, sehingga menjadi pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan HAM.

Petugas bantuan lokal melaporkan bahwa ratusan atau bahkan mungkin ribuan warga sipil menjadi sasaran serangan bermotif etnis mereka. Mereka mengatakan bahwa anggota RSF memisahkan pria dan anak laki-laki dari keluarga mereka sebelum menyiksa atau membunuh mereka.

Pemerintah Sudan menuduh Pasukan Dukungan Cepat (RSF) membunuh lebih dari 2000 warga sipil hanya dalam dua hari, dan kebanyakan korban adalah perempuan dan anak-anak.

Komisaris Bantuan Kemanusiaan menyatakan bahwa nyawa direnggut secara brutal, dan warga sipil yang melarikan diri dari pertempuran dibunuh dan disiksa. Lembaga itu juga menyebutkan bahwa tim medis dan relawan telah dieksekusi saat menjalankan tugas mereka di kota tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kondisi mengerikan di El Fasher, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengaku pihaknya tidak dapat menjangkau warga sipil yang terkepung dan tidak ada jalur aman untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada sekitar 260.000 orang yang terjebak di dalam kota.

Ribuan orang melarikan diri dengan berjalan kaki, melewati pos pemeriksaan bersenjata, dan menjadi korban pemerasan serta penyiksaan saat mereka mencoba melarikan diri.

Pelanggaran ini memicu gelombang kecaman dari dunia Arab dan internasional. Liga Arab mengutuk apa yang disebutnya kejahatan mengerikan terhadap warga sipil, menyerukan penghentian segera permusuhan, dan  menuntut pertanggungjawaban para pelaku.

Mesir menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera, dan menolak segala upaya memecah belah Sudan atau mengusik integritasnya.

RSF membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan pihaknya sedang membersihkan kota dari kantong-kantong tentara yang tersisa. Sedangkan pemerintah Sudan menegaskan bahwa kebungkaman komunitas internasional telah memperkuat eskalasi pelanggaran. Pemerintah menuntut penetapan RSF sebagai organisasi teroris, dan penjatuhan sanksi terhadap negara-negara pendukung RSF.

Perang yang melanda Sudan selama lebih dari dua tahun mencapai titik krusialnya pada hari Minggu (26/10) di mana RSF merebut El Fasher, ibu kota negara bagian Darfur Utara. Hal ini memberi RSF kendali atas wilayah Darfur di bagian barat negara itu, sementara pertempuran kini terkonsentrasi di wilayah tetangganya, Kordofan.

Perang yang meletus pada pertengahan April 2023 antara tentara yang dipimpin oleh Abdel Fattah al-Burhan dan RSF yang dipimpin oleh mantan sekutunya, Mohamed Hamdan Dagalo, yang dikenal sebagai Hemedti, secara efektif telah membagi negara itu menjadi beberapa wilayah pengaruh.

Dengan direbutnya El Fasher, RSF kini menguasai Sudan bagian barat dan sebagian wilayah selatan, sementara tentara menguasai wilayah utara, timur, dan tengah, termasuk Khartoum.

Perang tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang, membuat jutaan orang mengungsi, dan menyebabkan sekitar 25 juta orang menderita kelaparan akut, menciptakan apa yang disebut oleh PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Jatuhnya El Fasher ke tangan RSF menimbulkan kekhawatiran di antara para ahli tentang potensi pembagian kembali Sudan dan terulangnya pembantaian yang pernah melanda Darfur pada awal abad ini. (mm/alalam/raialyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad1
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account