Teheran, LiputanIslam.com – Militer Israel dikabarkan telah menyelesaikan latihan skala besar, yang mensimulasikan perang multi-front jika negosiasi AS dengan Iran mengenai masalah nuklir membentur jalan buntu.
Menyusul laporan CNN tentang potensi kesiapan Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, militer Israel telah mengintensifkan persiapannya untuk skenario perang multi-front.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh tentara pada Jumat malam (23/5), latihan Staf Umum telah selesai, yang meliputi pelatihan tentang kesinambungan operasional di garis depan, operasi pertahanan, dan menjaga kesiapan komponen vital aktivitas militer.
Langkah-langkah ini dilakukan di tengah perundingan baru antara Iran dan AS, meskipun kedua belah pihak memiliki skeptisisme yang mendalam terkait prospek perjanjian nuklir baru. Putaran kelima pembicaraan ini, yang diselenggarakan oleh Kesultanan Oman, berakhir pada hari Jumat.
Pada akhir putaran itu, Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi menyatakan melalui platform X bahwa “beberapa kemajuan telah dibuat, namun belum final.”
Sejawatnya dari Iran, Abbas Araghchi, menyebut negosiasi tersebut “terlalu rumit”, dan menekankan bahwa Oman memiliki “ide yang berbeda” untuk memecahkan kebuntuan, sambil menyerukan dialog yang berkelanjutan.
Para pejabat Iran menyatakan skeptis terhadap niat AS, dan mengatakan kepada CNN bahwa tuntutan Washington agar Teheran menanggalkan haknya memperkaya uranium Iran akan merusak peluang tercapainya kesepakatan.
Seorang sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran mengatakan kepada Reuters bahwa “pembicaraan akan dilanjutkan, dengan waktu dan lokasi akan ditentukan oleh Kesultanan Oman.”(mm/raiayoum)