Teheran, LiputanIslam.com – Panglima Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Amir Hatami mengatakan pasukan di bawah pengawasannya siap memberikan respon telak terhadap segala bentuk agresi musuh.
Saat mengunjungi unit-unit Angkatan Bersenjata di Iran barat pada hari Senin (22/12), Hatami memastikan pihaknya secara konsisten berupaya meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman asimetris dan tidak teratur.
Dia menyebutkan bahwa setelah pelatihan dan latihan profesional, dengan penekanan khusus pada pertahanan pasif, Angkatan Bersenjata kini memiliki tekad yang kuat untuk menghadapi musuh di medan perang.
“Kami memantau dengan cermat semua pergerakan musuh dan akan merespon dengan tegas terhadap setiap kenakalan,” ujarnya.
Dia memuji tingginya mentalitas pasukan yang ditempatkan di sepanjang perbatasan negara ini, dan menyebutkan bahwa mereka dipersenjatai berdasarkan pengalaman agresi ilegal Israel-AS pada bulan Juni lalu.
Hatami juga menyatakan bahwa dalam perang yang dipaksakan Irak terhadap Iran pada tahun 1980-an, Iran tidak kehilangan sejengkal pun wilayahnya.
“Saat ini juga, misi Angkatan Bersenjata adalah menjaga integritas teritorial dan kemerdekaan Republik Islam Iran. Kita semua berupaya untuk memenuhi misi ini dengan cara terbaik,” katanya.
Dia menambahkan, “Kita akan berdiri teguh sampai tetes darah penghabisan, dan tidak akan pernah membiarkan sedikit pun bahaya menimpa rakyat kita.”
Sehari sebelumnya, Kepala Staf militer Israel Letjen Eyal Zamir mengancam akan melakukan serangan “di mana pun diperlukan, di front dekat maupun jauh.”
Zamir mengatakan demikian satu hari setelah NBC News melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan menyampaikan rencana untuk kemungkinan agresi baru terhadap Iran kepada Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan mendatang di Florida.
Wakil Kepala Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Ahmad Vahidi mengatakan Israel menggunakan ancaman dan kampanye media untuk menutupi kekalahan telak yang diderita rezim Zionis ini dalam perangnya dengan Republik Islam Iran.
Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa setelah publikasi gambar yang diduga menunjukkan uji coba rudal di beberapa bagian negara ini, sumber-sumber yang mengetahui informasi tersebut mengatakan kepada lembaga itu bahwa gambar-gambar yang dipublikasikan tidak terkait dengan uji coba rudal dan tidak akurat.
Menurut sumber-sumber ini, tidak ada uji coba rudal yang terjadi pada hari itu, dan jejak putih yang terlihat di langit hanyalah jalur penerbangan pesawat di ketinggian. (mm/ptv/alalam)