Teheran, LiputanIslam.com – Petinggi militer Iran mengatakan pengangkatan Syeikh Naim Qassem sebagai pemimpin baru Hizbullah menegaskan kesiapan gerakan perlawanan Lebanon untuk terus melawan hingga mengalahkan rezim Zionis Israel.
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Baqeri pada hari Rabu (30/10) mengomentari pengangkatan Syeikh Qassem sebagai sekjen baru Hizbullah sehari sebelumnya.
“Pemilihan Syeikh Naim Qassem akan memainkan peran dalam memperkuat kekuatan dan kemauan Hizbullah dalam menghadapi musuh-musuhnya,” kata Baqeri.
“Pilihan bersejarah ini dan pada saat yang sensitif ini mewujudkan kekuatan garis depan perlawanan yang teguh dan kesiapannya yang tinggi serta menegaskan kesiapan Hizbullah Lebanon yang pemberani untuk mengatasi tantangan dan pasti mengalahkan musuh Zionis yang haus darah,” tambahnya.
Baqeri memuji Syeikh Qassem sebagai “penerus yang saleh dan gagah berani dari Guru Para Syuhada Perlawanan,’ mengacu pada mantan pemimpin gerakan tersebut, Sayid Hassan Nasrallah, yang gugur syahid akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon, pada akhir September.
“Bangsa Islam dan para pejuang setia di jalan pembebasan kota suci al-Quds percaya bahwa Syeikh Qassem akan memimpin Hizbullah yang kuat dengan segala keteguhan dan keteguhan hati serta tetap menjadi sumber kejayaan dan kebanggaan bagi garis depan perlawanan yang agung, khususnya bagi Lebanon,” lanjut Baqeri.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga menyatakan sambutannya atas pengangkatan Syeikh Qassem, dan menyebut perkembangan ini sebagai “babak baru” dalam kehidupan perlawanan Islam Lebanon yang teguh dalam perjuangannya melawan rezim teroris Zionis.
“Di bawah kepemimpinan Anda, pohon perlawanan yang diberkahi di Lebanon akan tumbuh lebih kuat dan lebih subur dari sebelumnya,” ungkap Araghci kepada Syeikh Qassem. (mm/presstv)