TelAviv, LiputanIslam.com – Sumber-sumber Israel mengklaim bahwa Mesir, di bawah tekanan Tel Aviv, berencana untuk melakukan serangan udara intensif terhadap kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman.
Menurut laporan media Yaman pada hari Rabu, Yehoshua Meir Lichter, seorang peneliti Israel dan anggota Pusat Dayan di Universitas Tel Aviv, dalam sebuah pesan di platform X mengatakan bahwa ada “informasi rahasia” tentang intervensi Mesir yang akan segera dilakukan, yang didukung oleh Israel, untuk mencegah Houthi dan menghentikan penurunan pendapatan Terusan Suez.
Angkatan Udara Mesir merencanakan tindakan ofensif terhadap Houthi, yang telah menyebabkan kerugian besar bagi Mesir, tambahnya.
Sementara itu, Mohamed Mahmoud Mehran, seorang ahli hukum internasional, menekankan bahwa Mesir memiliki hak untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasionalnya, dengan menunjukkan bahwa ancaman terhadap navigasi maritim merupakan ancaman langsung terhadap keamanannya.
Dia menyebutkan bahwa hukum internasional, termasuk Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memberikan hak kepada negara untuk membela diri, dan bahwa Konvensi Hukum Laut 1982 menegaskan hak negara untuk melindungi rute maritim.
Dia juga menekankan bahwa setiap tindakan potensial Mesir harus proporsional dengan skala ancaman dan sejalan dengan prinsip-prinsip hukum internasional. Dia memperingatkan bahwa pelanggaran Israel yang terus-menerus di kawasan merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya ketegangan regional, dan masyarakat internasional harus bertindak untuk memastikan penghormatan terhadap hukum internasional dan stabilitas regional. (mm/irna)