Amman, LiputanIslam.com – Di berbagai outlet media dan platform media sosial beredar surat wasiat singkat namun padat, yang disebut-sebut sebagai tulisan tangan Maher Al-Jazi, pengemudi truk asal Yordania yang gugur syahid setelah melepaskan tembakan yang menewaskan tiga petugas keamanan Israel dan melukai tiga orang lainnya di dekat penyeberangan Allenby atau Al-Karama-Al-Hussein.
Dalam tulisan di atas kertas buku itu dia menyatakan berharap serangannya tersebut dapat mendorong bangsa-bangsa Arab, terutama Yordania sendiri, untuk bangkit membela Palestina, dan pesan ini dia tulis dengan ungkapan yang tajam dan menyentuh perasaan.
Berikut ini adalah terjemahan lengkapnya;
Assalamualaikum wr. wb.
Teruntuk ayah dan bunda tercinta, perkenankan aku dan relakan aku, karena sungguh aku akan gugur syahid dengan izin Allah, dan segala puji bagi Allah.’
Aku ingin engkau (berdua) tidak mengingatku, melainkan ingatlah pendirianku, yang bisa jadi akan lestari dan menjadi motivasi bagi anak-anak umat Arab kita, terutama anak-anak bangsa Yordania nan bermartabat dan pemberani, agar mereka mengambil sikap terhadap rezim pendudukan Zionis, yang telah melakukan pembantaian massal dalam bentuknya yang paling bengis terhadap saudara-saudara kita, anak-anak kita, dan kaum wanita kita di Gaza dan Palestina.
Wahai saudara-saudaraku, anak-anak bangsa Arab, seandainya pun kalian tak beragama maka hendaklah kalian memiliki kehormatan dan martabat.
Maher Dhiab Al-Jazi
Syahid Maher Al-Jazi yang gugur dalam serangan pada hari Ahad 8 September 2024 adalah pria kelahiran 28 April 1985 dari desa Azrah di Kegubernuran Ma’an, Yordania. Dia berasal dari suku Huwaitat dan putra seorang ibu bernama Aisyah. Dia adalah seorang ayah dari lima anak dan tinggal di kawasan Al-Hosseiniya, Ma’an. (mm/alalam)