Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Menyorot Isu Panas Keterjebakan Pejuang Al-Qassam dalam Terowongan di Rafah

Published 11/11/2025 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Gaza, LiputanIslam.com –   Kabar keterjebakan sejumlah pejuang Palestina di dalam terowongan di kota Rafah yang porak-poranda di Jalur Gaza selatan belakangan ini mengemuka, dan menjadi isu panas di tengah upaya untuk melangkah ke fase selanjutnya dari perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober.

Israel memanfaatkan kondisi para pejuang ini untuk menciptakan krisis sebagai bagian dari upayanya untuk menghambat implementasi perjanjian secepatnya.

Nasib para pejuang yang terjebak di Rafah menjadi titik pertikaian antara Israel dan Hamas. Laporan media ASdan Israel menunjukkan bahwa pemerintahan Trump sedang memberikan tekanan untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang akan memastikan kelanjutan gencatan senjata.

Jumlah Pejuang yang Terjebak

Sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam, menyatakan bahwa para pejuang ini adalah anggota organisasi mereka yang masih berada di wilayah Rafah yang berada di bawah kendali Israel.

Para pejuang itu  berada di terowongan-terowongan di dalam “Garis Kuning”, wilayah yang menjadi tujuan penarikan pasukan Israel berdasarkan perjanjian gencatan senjata tahap pertama. Seluruh kota Rafah berada di dalam garis ini.

Israel memperkirakan jumlah pejuang yang terjebak di wilayah tersebut 150-200 orang, sementara Hamas maupun Brigade al-Qassam belum memberikan perkiraan tersebut.

Awal mula krisis

Pada 29 Oktober, tentara Israel mengumumkan tewasnya seorang tentara cadangan dalam sebuah serangan terhadap pasukan militer di Rafah, dengan klaim bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran gencatan senjata.

Selanjutnya, tentara pendudukan melancarkan serangan besar-besaran di Jalur Gaza, yang mengakibatkan tewasnya lebih dari 100 warga Palestina. Rafah secara khusus menjadi sasaran pengeboman berulang kali, dan sisa-sisa bangunannya hancur.

Sepuluh hari sebelumnya, Israel mengumumkan tewasnya dua tentara di Rafah, menggunakan insiden ini sebagai dalih untuk mengebom beberapa wilayah di Jalur Gaza hingga menggugurkan sekira 50 warga Palestina.

Upaya Penyelesaian

Laporan media AS dan Israel menyebutkan bahwa AS sedang menekan Israel dan Hamas untuk menyelesaikan masalah para pejuang yang terjebak di terowongan Rafah.

Saluran 12 Israel pada hari Sabtu (8/11) melaporkan bahwa seorang pejabat AS menyatakan pemerintahan Presiden Donald Trump menekan Hamas untuk mengembalikan jenazah perwira Israel Hadar Goldin untuk memfasilitasi kesepakatan guna mengakhiri krisis pejuang Hamas yang terjebak di Rafah.

Brigade Qassam beberapa hari lalu telah mengembalikan mayat Hadar Goldin, yang tewas dalam operasi perlawanan di Rafah pada tahun 2014. Israel mengonfirmasi bahwa mayat yang diterimanya memang benar-benar mayat Goldin.

Isu para pejuang yang terjebak diperkirakan akan menjadi salah satu topik yang dibahas belakangan ini oleh utusan AS Jared Kushner dan Steven Wittkopf dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menurut Israeli Broadcasting Corporation, mengutip sumber-sumber yang terpercaya.

Usulan solusi

Laporan media Amerika dan Israel menyebutkan beberapa proposal untuk penyelesaian krisis para pejuang Hamas di Rafah.

Para pejabat Israel menyatakan bahwa para pejuang Hamas di Rafah tidak punya pilihan selain menyerah atau mati di terowongan. Pihak lain menyarankan untuk menangkap dan menginterogasi mereka di Israel.

Namun, laporan media AS dan Israel juga telah membahas proposal yang mencakup pemberian akses aman bagi para pejuang ke Gaza setelah menyerahkan senjata mereka.

Gagasan untuk memindahkan para pejuang Hamas ke negara ketiga setelah mereka keluar dari terowongan di Rafah juga dikemukakan. Menurut sumber-sumber Israel, Israel menyadari bahwa tekanan AS akan mendorongnya untuk bersikap fleksibel dalam masalah ini.

Sikap Hamas

Hamas menyatakan bahwa para pejuangnya yang bersembunyi di Rafah tidak akan menyerah dan mendesak para mediator untuk menemukan solusi atas krisis yang mengancam gencatan senjata.

Pemimpin Hamas, Ismail Radwan, menjelaskan kepada Al Jazeera bahwa gerakan tersebut telah memberi tahu para mediator tentang kesiapannya untuk mengevakuasi para pejuang dari wilayah yang dikuasai Israel di luar Garis Hijau, dan meminta pertanggungjawaban tentara Israel atas eskalasi apa pun jika mereka menyerang posisi mereka.

Brigade Izzuddin al-Qassam pada hari Minggu (9/11) juga memperingatkan Israel tentang potensi bentrokan dengan anggotanya yang terjebak di Rafah, dan menegaskan bahwa “menyerah tidak ada dalam kamus Brigade Qassam.” (mm/aljazeera)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad1
Happy0
Angry0
Dead0
Wink1

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account