TelAviv, LiputanIslam.com – Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich, yang merupakan seorang ekstremis, pada hari Minggu (2/3) menyerukan “pembukaan gerbang neraka segera dan tegas” di Gaza, dan mengumumkan dukungannya terhadap keputusan pemerintah untuk menghentikan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, sementara suara-suara dari dalam Israel terus menuntut penyelesaian perjanjian gencatan senjata.
Pemerintah Israel di hari yang sama memutuskan untuk menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, beberapa jam setelah berakhirnya fase pertama gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan dengan Hamas, di tengah penundaan Israel dalam memulai negosiasi untuk fase kedua.
“Keputusan yang kami buat untuk menghentikan sepenuhnya aliran bantuan kemanusiaan ke Gaza hingga Hamas benar-benar hancur atau menyerah dan semua tentara kami yang diculik dikembalikan merupakan langkah penting ke arah yang benar,” ungkap Smotrich dalam sebuah posting di akun Twitter miliknya.
Sembari menyebut keputusan itu sebagai “ambang gerbang neraka,” dia menambahkan; “Sekarang kita harus membuka gerbang ini secepat dan sekuat mungkin melawan musuh yang kejam, hingga mencapai kemenangan mutlak. Kami tetap di pemerintahan untuk menangani masalah ini.”
Langkah pemerintah Israel untuk menghentikan bantuan ke Gaza disambut baik oleh kalangan sayap kanan, di mana Menteri Keamanan Nasional yang akan lengser, Itamar Ben-Gvir, di Twitter menyatakan; “Saya menyambut baik keputusan untuk menghentikan bantuan kemanusiaan jika itu dilaksanakan. Keputusan akhirnya telah dibuat – lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.”
Dia melanjutkan; “Kebijakan ini harus tetap berlaku sampai korban penculikan terakhir dikembalikan. Sekaranglah saatnya untuk membuka gerbang neraka, memutus aliran listrik dan air, dan kembali berperang.”
Dia juga menyatakan; “Yang terpenting adalah jangan merasa puas dengan setengah dari tentara yang diculik, tetapi kembali ke tenggat waktu Presiden (Donald) Trump (untuk pembebasan) semua tentara yang diculik segera, jika tidak, neraka akan pecah di Gaza.”
Ben-Gvir akan mengundurkan diri dari jabatannya pada bulan Januari sebagai protes atas penandatanganan gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas. (mm/raialyum)