Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan tanggal dimulainya babak baru negosiasi nuklir antara Iran dan AS.
Araghchi menulis pada Rabu malam (4/2) dalam sebuah unggahan di platform X-Press bahwa negosiasi nuklir dengan AS akan diadakan pada hari Jumat sekitar pukul 10:00 pagi di Muscat, ibu kota Oman.
Dia menambahkan, “Saya berterima kasih kepada saudara-saudara Oman kami atas semua pengaturan yang diperlukan.”
Sementara itu, mengutip sumber-sumber yang terpercaya, media Iran melaporkan bahwa masalah dalam negosiasi antara Iran dan AS bukan terkait dengan tempatnya, melainkan pada pendirian dan pernyataan Amerika yang plin-plan sehingga menghambat dialog.
“Jelas bahwa masalahnya bukan tentang mengubah lokasi negosiasi. Amerika terus-menerus mengubah pernyataan dan posisi mereka,” ungkap salah satu sumber.
Sumber-sumber tersebut menyebutkan bahwa diplomasi dan negosiasi membutuhkan keteguhan dan keseriusan, “bukan terus menerus mengubah sikap di bawah pengaruh arus provokasi perang yang terkait dengan entitas Israel.”
Mereka menekankan bahwa Teheran tidak akan mengizinkan tuntutan di luar kerangka masalah nuklir untuk diajukan dalam negosiasi dengan Washington.
Mereka mengklarifikasi bahwa Iran tetap siap untuk bernegosiasi, tetapi pada saat yang sama tidak akan menyerah pada tekanan untuk mengubah format negosiasi yang telah disepakati. (mm/alalam)