Beirut, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam kunjungannya ke Lebanon telah menemui Sekjen Hizbullah Sheikh Naim Qassem di Beirut, Rabu (4/6), dan pada kesempatan ini dia menegaskan kembali kesiapan Iran untuk meningkatkan kerja sama dengan Lebanon.
Araghchi menekankan pentingnya hubungan Iran dengan Lebanon, dan memastikan kesediaan Iran mendukung Lebanon dalam “urusan ekonomi, politik, dan sosial berdasarkan rasa saling menghormati.”
Hizbullah dalam sebuah pernyataannya mengabarkan bahwa Syekh Qassem berterima kasih atas dukungan Iran bagi rakyat Lebanon dan gerakan perlawanan Hizbullah.
Syeikh Qassem mengambil alih jabatan sebagai pimpinan Hizbullah pada tahun 2024, setelah Israel membunuh pemimpin ikonik dan kharismatik Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah.
Dia juga menekankan peran “positif” Iran di kawasan dan dukungan Republik Islam Iran kepada perjuangan Palestina.
Dia mengatakan kepada Araghchi tentang “upaya Hizbullah menghidupkan kembali Lebanon serta stabilitas dan kedaulatannya.”
Menurutnya, Hizbullah juga akan berupaya mengusir penjajah Israel dari wilayah Lebanon.
Israel melanggar perjanjian gencatan senjata November 2024 antara Israel dan Hizbullah, dan menempatkan pasukan di lima wilayah di Lebanon. Militer Israel masih melakukan serangan rutin di Lebanon.
Dalam pertemuan tersebut, yang juga dihadiri oleh Duta Besar Iran untuk Lebanon, Mojtaba Amani, kedua belah pihak juga membahas perkembangan regional terkini.
Araghchi tiba di Beirut pada hari Selasa dan bertemu dengan pejabat senior, termasuk Presiden Joseph Aoun, Perdana Menteri Nawaf Salam, Ketua Parlemen Nabih Berri, dan Menteri Luar Negeri Youssef Raggi.
Araghchi pada hari Selasa mengatakan kepada wartawan bahwa “perusahaan-perusahaan Iran siap untuk mengambil bagian dalam rekonstruksi Lebanon.”
Pemboman Israel di Lebanon selatan telah meninggalkan kerusakan dan kehancuran yang cukup besar.
Dalam sebuah postingan hari Rabu di X, Araghchi menyatakan dukungan penuhnya kepada stabilitas, kedaulatan, dan integritas teritorial Lebanon.
“Tujuan dan harapan kami adalah untuk membuka halaman baru dalam hubungan kami yang telah berlangsung selama berabad-abad, yang dibangun atas dasar rasa saling menghormati dan kepentingan bersama,” tulisnya. (mm/presstv)
