Teheran, LiputanIslam.com – Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya pasti akan melancarkan serangan balasan terhadap Israel dengan sandi True Promise 3 (Janji Nyata 3) pada saatnya dan dengan cara yang tepat, karena tak membalas sama dengan menyilakan penyerang untuk menyerang lagi.
“Kami sudah mengumumkan bahwa operasi (militer) terbaru Israel terhadap Iran dalam pandangan Republik Islam Iran merupakan satu serangan baru. Yakni, berbeda dengan apa yang dikatakan bahwa ini merupakan pembelaan diri. Mereka memulai serangan, sementara True Promise 2, sebagaimana True Promise 1, adalah operasi pembelaan diri. Yakni, merupakan reaksi kami atas apa serangan yang terjadi,” ujarnya pada hari Selasa (19/11).
Dia melanjutkan, “Kami secara resmi sudah mengumumkan bahwa serangan terbaru Rezim Zionis (Israel) merupakan serangan baru, dan layak mendapat balasan. Kami tidak akan mengabaikan hak kami untuk pembalasan. Kami akan melakukannya pada saatnya dan dengan caranya sendiri.”
Menlu Iran kemudian menjelaskan, “Namun, dapat pula saya katakan bahwa kami, terutama selama 12 bulan ini, bertindak dengan penuh kesadaran dan bijaksana. Keputusan kami ambil tidak secara emosional, melainkan dengan mempertimbangkan segala keadaan dan kemungkinan, serta dengan mempertimbangkan konspirasi yang mereka lakukan, dan berbagai konsekuensi yang mungkin akan mereka sebar.”
Abbas Araghchi juga menegaskan, “Seandainya kami memberikan asumsi atau persepsi kepada musuh bahwa ketika mereka menyerang kami lalu kami tak membalas maka seakan kami menyilakan untuk menyerang kami lagi. Ini jelas tidak mungkin, dan karena itu kami berhak membalas. Kapan dan bagaimana? Tentu berdasarkan kebijaksanaan dan kesadaran, yang kami miliki di semua level pemerintahan. Akan terlaksana pada saatnya yang tepat.” (mm/alalam)