Teheran, LiputanIslam.com –Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan adanya upaya Rezim Zionis Israel dan kelompok-kelompok tertentu untuk mengandaskan upaya diplomatik mengenai program nuklir sipil Iran di tengah negosiasi tidak langsung Teheran-Washington.
Araghchi mengatakan bahwa dinas keamanan negaranya dalam keadaan siaga tinggi, mengingat adanya upaya sabotase dan upaya pembunuhan yang pernah terjadi di masa lalu.
“Upaya rezim Israel dan kelompok-kelompok kepentingan tertentu untuk menggagalkan diplomasi – menggunakan berbagai taktik — terlihat sangat jelas oleh semua orang,” tulis Araghchi dalam sebuah posting yang diterbitkan di X, Rabu (23/4).
Dia memastikan Iran akan memberikan tanggapan yang sah jika terjadi agresi.
Menteri luar negeri Iran juga memperingatkan adanya propaganda dan kampanye misinformasi terhadap Iran.
“Mereka yang berusaha memanipulasi opini publik juga dapat diharapkan untuk mengajukan klaim dan alat peraga yang fantastis seperti citra satelit yang tampak menakutkan,” kata Araghchi.
Dia menekankan bahwa aktivitas nuklir damai Iran dan kemampuannya memperkaya uranium berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
“Pemeriksaan realitas: Setiap miligram uranium yang diperkaya di Iran berada di bawah pengawasan dan pemantauan penuh dan konstan IAEA,” tegasnya.
Menurut sumber yang mengetahui, putaran ketiga pembicaraan yang berfokus pada rincian teknis antara Iran dan AS akan dilakukan secara tidak langsung dan dimediasi oleh Oman pada Sabtu mendatang.
Sumber itu menyebutkan bahwa pembicaraan di Muscat itu akan dihadiri oleh para pejabat ahli Iran dan AS, akan difokuskan pada masalah nuklir dan isu-isu yang berkaitan dengan sanksi, dan akan membahas kemungkinan mencapai kesepakatan.
“Negosiasi teknis akan diadakan dengan partisipasi para ahli Iran dan Amerika secara tidak langsung dan dengan mediasi para ahli Oman,” ungkap sumber itu.
Dalam dua minggu terakhir, perwakilan dari Iran dan AS telah terlibat dalam dua putaran negosiasi di Oman dan Italia. Kedua belah pihak akan melakukan negosiasi teknis tingkat ahli pada tanggal 26 April. (mm/presstv)