Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat (AS) telah mencapai pemahaman yang lebih baik dan serius mengenai pendirian masing-masing, dan pendirian keduanya menjadi sedikit lebih dekat.
Kepada wartawan pada hari Minggu (11/5), Araghchi mengatakan Iran dan AS mengadakan diskusi yang lebih serius tentang poin-poin utama pertikaian selama putaran pembicaraan terbaru mereka di Muscat, ibu kota Oman.
“Saya dapat mengatakan bahwa putaran ini lebih serius dan jujur daripada tiga putaran sebelumnya… Kami telah beralih dari kerangka kerja umum dan mendalami rincian, yang membuat suasana negosiasi menjadi lebih sulit dalam situasi seperti itu.”
Araghchi menambahkan, “Putaran negosiasi berikutnya kemungkinan akan berlangsung dalam waktu sekitar seminggu, dengan kemungkinan dimajukan atau ditunda satu hari, dan waktunya akan ditentukan oleh Kesultanan Oman.”
Menteri Luar Negeri Iran memastikan masalah pengayaan uranium negara ini “tidak dapat dinegosiasikan dalam kondisi apa pun,” dan bahwa “aktivitas ini harus dilanjutkan.”
“Beberapa pembatasan sementara pada aspek pengayaan tertentu, seperti kuantitas, level, atau kapasitas, dapat diterima dengan tujuan membangun kepercayaan dan untuk jangka waktu tertentu, sebagaimana telah dilakukan di masa lalu, tapi prinsip dasar pengayaan tidak dapat dinegosiasikan,” terangnya.
Terkait embargo, Araghchi menjelaskan, “Pendirian Iran sangat jelas; tujuan utama negosiasi adalah mencabut embargo, dan ini merupakan salah satu landasan pembicaraan kami, dan prinsip ini telah disetujui oleh kedua belah pihak.”
Dia menambahkan, “Dalam isu-isu yang masih diperdebatkan, kedua pihak kini semakin dekat satu sama lain, dan pemahaman yang lebih baik mengenai posisi masing-masing telah tercapai.” (mm/alalam)