Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memastikan teknologi dan sains yang dibutuhkan untuk pengayaan uranium tidak dapat dihancurkan dengan pengeboman.
Araghchi mengatakan demikian dalam wawancara dengan CBS News sembari menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan negosiasi AS dengan Iran dilanjutkan minggu ini.
“Saya tidak berpikir negosiasi akan dilanjutkan secepat ini,” ujar Araghchi.
Dia menjelaskan, “Agar kami memutuskan untuk kembali berunding, pertama-tama kami harus memastikan bahwa AS tidak akan menyerang kami dengan serangan militer lagi selama negosiasi.”
Dia menambahkan, “Saya yakin, dengan semua pertimbangan ini, kami masih membutuhkan lebih banyak waktu, tapi pintu diplomasi tidak akan pernah tertutup.”
Menanggapi klaim AS mengenai “penghancuran” fasilitas nuklir Iran, Araghchi mengatakan, “Teknologi dan sains pengayaan uranium tidak dapat dihancurkan dengan pengeboman. Jika kami memiliki kemauan—dan kemauan ini ada—untuk memajukan industri ini lagi, kami akan dapat dengan cepat mengganti kerugian dan waktu yang hilang.”
Ketika ditanya apakah Iran bermaksud melanjutkan pengayaan uranium, Araghchi menekankan bahwa program nuklir damai Iran telah menjadi masalah kebanggaan dan martabat nasional di mana rakyat Iran tidak akan dengan mudah meninggalkan pengayaan itu.
“Kami telah membuktikan bahwa kami mampu mempertahankan diri selama perang yang dipaksakan kepada kami selama 12 hari ini, dan kami akan terus mempertahankan diri jika kami menjadi sasaran agresi apa pun,”pungkasnya. (mm/presstv)