Teheran, LiputanIslam.com – Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian dan sejawatnya dari Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, dilaporkan akan bertemu di ibu kota China, Beijing, pada hari ini, Kamis (6/4).
Menurut laporan pada hari Rabu (5/4), pertemuan tersebut, yang akan menjadi yang pertama selama lebih dari tujuh tahun terakhir, bertujuan mengaktifkan kesepakatan baru-baru ini antara Teheran dan Riyadh untuk pemulihan hubungan.
Pertemuan hari Kamis dilakukan menyusul tiga kali percakapan telepon antara Menlu Iran dan Menlu Saudi, di mana mereka membahas langkah-langkah ke depan mengenai pakta rekonsiliasi penting yang ditengahi China serta kesepakatan bilateral lainnya.
Beijing dipilih sebagai tempat pertemuan sebagai perpanjangan dari peran positifnya dalam memediasi pemulihan hubungan Iran-Saudi dan memfasilitasi komunikasi antara dua kekuatan Timur Tengah tersebut.
Sementara itu, Iran telah menunjuk duta besar baru untuk Uni Emirat Arab (UEA) menjelang pertemuan antara Menlu Iran dan Menlu Saudi di China.
Media pemerintah Iran mengkonfirmasi pada hari Selasa bahwa kementerian luar negeri telah memilih Reza Ameri sebagai utusan baru untuk UEA setelah jeda waktu lebih dari tujuh tahun.
Ameri dilaporkan adalah direktur kantor ekspatriat Kemlu Iran dan mantan duta besar untuk Aljazair, Sudan, dan Eritrea.
UEA, yang memiliki sejarah panjang hubungan ekonomi dengan Iran, telah menurunkan hubungan diplomatik dengan Teheran setelah Arab Saudi menutup misi diplomatiknya pada 2016.
Tetapi sekutu Saudi itu semakin terlibat kembali dengan Iran dalam beberapa tahun terakhir dan menunjuk seorang duta besar untuk Teheran pada tahun lalu. (mm/presstv/aljazeera)