Teheran , LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memastikan negaranya akan memberikan respon yang lebih kuat dan sengit terhadap tindakan apa pun yang mungkin akan dilakukan rezim Zionis Israel terhadap Iran.
Araghchi menyatakan demikian dalam sebuah wawancara dengan saluran TV TG3 milik negara Italia pada hari Jumat (11/10), ketika ditanya apakah AS memberi lampu hijau kepada Israel untuk membalas serangan rudal Iran dalam operasi bersandi Janji Setia II pada tanggal 1 Oktober, dan apakah Iran akan membalas jika diserang balik oleh Israel.
“Ini bukanlah hal baru, dan Israel selalu mendapatkan lampu hijau (AS). Untuk setiap tindakan, ada reaksi. Ini adalah hukum fisika,” kata Araghchi.
Iran telah meluncurkan ratusan rudal ke arah target-target militer Israel, dan pangkalan spionase dan intelijen di seluruh wilayah pendudukan pada tanggal 1 Oktober sebagai bagian dari operas Janji Setia II.
Operasi itu dilakukan sebagai respons atas pembunuhan Israel terhadap pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah, dan Wakil Komandan Operasi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Brigjen Abbas Nilforushan.
Di bagian lain wawancaranya, Araghchi mengatakan bahwa Operasi Badai al-Aqsa- yang dilancarkan oleh para pejuang Gaza pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel- bukanlah aksi yang terjadi dengan serta merta, melainkan respon atas meningkatnya kekejaman terhadap warga Palestina, dan terdapat cerita peristiwa 80 tahun di baliknya.
Araghchi juga mengatakan,”Kami tidak takut perang, tapi kami juga tidak menginginkannya.”
Araghchi mengecam pendekatan negara-negara Eropa terhadap kejahatan Israel dan mendesak mereka untuk memainkan “peran yang lebih aktif” guna mengakhiri ketegangan di kawasan.
Dia juga menyangsikan klaim Eropa bahwa mereka tidak memiliki alat yang diperlukan untuk mengendalikan Israel. (mm/presstv)