Doha, LiputanIslam.com –  Iran mengapresiasi upaya Qatar dan Arab Saudi mengatasi krisis hubungan Riyadh-Doha dan menyebutnya bermaslahat bagi kawasan Teluk Persia.

Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif kepada wartawan di sela-sela pertemuan puncak di Doha, ibu kota Qatar, Ahad (15/12/2019), ketika ditanya apakah upaya Saudi dengan Qatar akan membawa kemaslahatan bagi kawasan.

Qatar menjadi negara sekutu Iran sejak Doha diblokade oleh Riyadh dan sejumlah negara sekutunya pada tahun 2017.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdul Rahman Al-Thani, menyatakan negaranya telah mengadakan pembicaraan dengan Arab Saudi untuk mengatasi keretakan diplomatik dan ekonomi di tingkat regional yang telah berlangsung selama hampir 30 bulan.

Baca: Komandan Angkatan Laut Iran dan Qatar Gelar Pertemuan, Doha Berpihak ke Tehran?

Dia mengatakan bahwa sejauh ini pembicaraan itu hanya dilakukan Qatar dengan Saudi, sedangkan dengan Uni Emirat Arab (UEA) masih baru sebatas kemungkinan akan dilakukan di masa mendatang.

Seperti diketahui, sejak tahun 2017 Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir memutus hubungan diplomatik dan ekonomi mereka dengan Qatar setelah mereka menuduh Qatar mensponsori terorisme, meskipun Qatar membantah keras tuduhan ini.

Zarif di sela pertemuan puncak Forum Doha ke-19 mengatakan, “Kawasan ini memerlukan pendekatan regional baru yang bertumpu pada dialog antarnegara, dan pengaturan keamanan di bawah payung PBB.”

Baca: Terhasut Adu Domba Amerika, Raja Saudi Ajak GCC untuk Melawan Iran

Dia mengingatkan masalah keberadaan pasukan asing dengan mengatakan, “Tak mungkin keamanan dan stabilitas regional dibeli. Kita memerlukan pengaturan keamanan di bawah payung PBB. Keberadaan asing di kawasan ini tidak akan memperkuat keamanannya. Uang bisa saja (dipakai) untuk membeli senjata atau beberapa kebijakan luar negeri, tapi tak dapat digunakan untuk membeli keamanan dan stabilitas regional.”

Menteri Luar Negeri Iran menyebutkan bahwa keamanan tak dapat didistribusikan kepada sebagian negara, sementara sebagian negara lain dikecilkan darinya. Menurutnya, keamanan dapat digalang oleh negara-negara regional sendiri, termasuk dengan menandatangani kesepakatan kontra-kekerasan dan non-agresi.

Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Saudi dan AS menuding Iran menyerang kapal-kapal dagang dan fasilitas minyak di Teluk Persia serta mengancam keamanan jalur pelayaran. Teheran menepis tuduhan ini sembari menawarkan penandatanganan perjanjian non-agresi kepada negara-negara Arab Teluk.

Forum Doha didirikan pada tahun 2000 sebagai platform dialog global untuk menawarkan solusi inovatif dan aplikatif. Forum ini mempertemukan para pembuat kebijakan, kepala pemerintahan dan negara, perwakilan dari sektor swasta, masyarakat sipil, dan LSM. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*