Sanaa, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Yaman kubu Ansarullah, Muhammad Al-Atifi, menyatakan bahwa tahap selanjutnya terbuka untuk perkembangan luas dan bahwa pasukan Yaman masih memiliki kejutan dan banyak kartu yang belum dipakai.
“Trio kejahatan dan kriminal Amerika, Inggris, dan Israel, dan pihak-pihak yang mengorbit pada mereka harus memahami dengan baik pidato Sang Pemimpin (Ansarullah) Sayid Abdul-Malik Badr al-Din al-Houthi dan memandangnya serius karena perkataannya adalah tindakan harus dilaksanakan tanpa penangguhan dan penundaan,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Angkatan bersenjata Yaman, dengan segala satuan dan formasinya, sepenuhnya siap melaksanakan tugas kedaulatan segera dan gradual yang diberikan kepada mereka. Mereka mampu mengejutkan musuh-musuh bangsa, agama, dan kemanusiaan dengan serangan yang menyakitkan dan menggemparkan sesuai dengan persyaratan, aturan, dan perimbangan baru, terutama hak penuh kedaulatan Yaman di Laut Merah dan Laut Arab, dan ini membuat semua musuh berpikir ulang dan berkali-kali sebelum mereka menguji kesabaran orang Yaman.”
Al-Atifi menjelaskan bahwa agresi AS-Inggris terhadap Yaman adalah respon terhadap pendirian Yaman dan angkatan bersenjatanya yang “getol membela dan mendukung rakyat Palestina dan resistensi gagah berani mereka di Gaza”.
“Kami menegaskan kepada Washington dan London bahwa jika kalian merasa berkepentingan dengan perlindungan praktik Zionis dan mensponsori kebrutalan mereka, maka berdasarkan nilai-nilai agama dan kemanusiaan, moral dan Arab, kami berkewajiban mendukung saudara-saudara kami dan anak-anak bangsa Palestina yang menjadi sasaran genosida di depan mata khalayak internasional yang bungkam,” tandasnya.
Dia lantas mengingatkan, “Kami akan selalu mewaspadai setiap kapal Zionis, Amerika, atau Inggris yang berupaya melanggar larangan yang kami terapkan terhadap pergerakan kapal-kapal ini di Laut Merah dan Laut Arab sampai mereka kembali sadar dan meninggalkan mereka kebrutalan.”
Al-Atifi memastikan serangan terbuka dan berulang-ulang AS dan Inggris tidak akan pernah mempengaruhi resistensi dan moralitas bangsa Yaman.
“Semakin pihak agresor menggandakan kekuatannya, semakin banyak bangsa Yaman menggandakan kekuatan, soliditas, dan keteguhannya dalam pendirian yang prinsipal dalam mendukung dan membantu Gaza serta perlawanannya yang gagah berani hingga tercapai kemenangan,” pungkasnya. (mm/alalam)