Damaskus, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Iran Brigjen Aziz Nasirzadeh dalam kunjungannya ke Damaskus akan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat tinggi Suriah mengenai mekanisme perluasan kerja sama pertahanan dan militer.
“Kami akan bertemu dengan pejabat tinggi politik dan militer untuk mengkaji berbagai aspek hubungan bilateral antara kedua negara, dengan fokus khusus pada masalah pertahanan dan militer,” katanya kepada wartawan saat tiba di Damaskus, ibu kota Suriah, sebagai kepala delegasi Iran, Sabtu (16/11).
“Tujuan kami adalah mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan sektor-sektor ini. Mudah-mudahan, hubungan antara kedua negara akan berkembang sedemikian rupa sehingga kami dapat saling memberikan bantuan dalam situasi yang sensitif.”
Dia menyebut Suriah memiliki posisi penting dalam kebijakan luar negeri Iran, dan dia datang ke Damaskus atas undangan mitranya dari Suriah.
Selama kunjungan dua harinya, Nasirzadeh akan bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, Menteri Pertahanan Letjen Ali Mahmoud Abbas, dan pejabat militer dan politik lainnya.
Kedua pihak akan membahas peran utama negara-negara regional dalam memastikan keamanan di kawasan tersebut, penarikan pasukan ekstra-regional, peningkatan kerja sama bilateral untuk memerangi terorisme dalam segala bentuknya, dan situasi terkini di lapangan dari garis depan perlawanan.
Kunjungan Nasirzadeh dilakukan beberapa hari setelah Ali Larijani, penasihat senior Pemimpin Besar Iran, melakukan perjalanan ke Damaskus dan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat tinggi Suriah, termasuk Presiden Assad dan Ketua Majelis Rakyat Suriah Hammoudeh Sabbagh. (mm/alalam/presstv)