Riyadh, LiputanIslam.com – Berbagai laporan Barat mengungkap rincian tentang upaya yang dipimpin oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dalam salah satu masalah paling rumit di kawasan Timur Tengah.
Arab Saudi dilaporkan telah menunjukkan keterbukaan untuk menengahi antara pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan pemerintah Iran untuk mencapai kesepakatan baru guna membatasi program nuklir Iran.
Laporan itu menyebutkan bahwa tidak jelas apakah Riyadh telah mengajukan tawaran resmi, namun langkah ini menegaskan hasrat Saudi membangun hubungan yang lebih baik dengan bekas musuhnya, Iran, dan mengamankan tempat di meja perundingan, guna mencapai kemungkinan kesepakatan baru, menurut kantor berita Sputnik.
Kementerian Luar Negeri AS dan Saudi tidak menanggapi permintaan komentar, sementara misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York juga enggan berkomentar.
Seorang pejabat senior Eropa kepada saluran Al Arabiya, Sabtu (15/2), mengatakan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump sedang berusaha mengadakan negosiasi langsung dan rahasia dengan Teheran mengenai program nuklirnya.
Menurutnya, pemerintahan Trump akan berupaya mencapai kesepakatan dengan Iran sebelum Oktober 2025, saat perjanjian nuklir saat ini – yang disepakati dengan Barat pada tahun 2015 dan Trump menarik diri darinya pada tahun 2018- berakhir.
Pejabat itu mengatakan, “Segala perjanjian baru antara kedua negara akan lebih luas daripada aktivitas nuklir.” Hal ini mengacu pada kemungkinan penerapan persyaratan lain. Dia juga menilai bahwa “otoritas Iran akan menerima perjanjian apa pun jika disertai dengan pencabutan sanksi.”
Beberapa waktu lalu Trump mengaku lebih memilih mencapai kesepakatan dengan Iran daripada melancarkan serangan militer besar-besaran terhadapnya.
“Israel tidak akan melakukan serangan apa pun jika kesepakatan tercapai,” sambungnya.
Trump menolak untuk membahas rincian negosiasi potensial dengan Teheran.
“Di satu sisi, saya tidak ingin memberi tahu Anda apa yang akan saya katakan kepada mereka. Ini tidak pantas,” katanya.
Dia menambahkan,“Saya dapat memberi tahu mereka apa yang perlu mereka dengar, dan saya berharap mereka memutuskan untuk tidak meneruskan apa yang sedang mereka pikirkan. Saya pikir mereka akan senang dengan hal itu.” (mm/raialyoum)