TelAviv, LiputanIslam.com – Media Israel pada hari Jumat (20/12) mengungkap rincian agresi Israel terhadap Yaman pada dini hari sebelumnya.
Lembaga penyiaran publik tersebut melaporkan; “Serangan di Yaman disetujui oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz, dan tidak dibahas atau disetujui oleh kabinet keamanan.”
Lembaga itu menambahkan, “Hanya gambaran umum yang disampaikan kepada para menteri kabinet tentang perkembangan tersebut, tanpa mengungkapkan target serangan udara tersebut.”
Laporan tersebut mengutip keterangan seorang mayor pasukan cadangan Israel, salah satu pilot yang berpartisipasi dalam serangan udara di Yaman, bahwa misi tersebut “sangat kompleks.”
“Serangan udara dilakukan dalam jarak sekira 2000 kilometer bolak-balik, dan lebih dari 60 bom dijatuhkan pada malam hari, dan serangan ini harus dilakukan secara tepat,” terang perwira itu.
“Para pilot bertahan dalam pesawat selama enam jam sejak lepas landas hingga mendarat,” sambungnya.
Situs berita Ynet melaporkan bahwa persiapan operasi serangan berlangsung selama dua minggu.
Surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa serangan terhadap Yaman direncanakan sebagai tanggapan atas peluncuran lebih dari 200 rudal permukaan-ke-permukaan Yaman dan lebih dari 170 drone terhadap Israel.
Surat kabar ini mengutip pernyataan tentara pendudukan Zionis bahwa mereka “bertekad untuk menimpakan kerugian pada Yaman dan memperdalam informasi intelijen.”
Mereka juga menyatakan bahwa serangan itu merupakan operasi terencana yang telah dipersiapkan selama berminggu-minggu, dan bukan sebatas respon terhadap peluncuran rudal balistik Yaman pada Rabu malam sebelumnya.
Serangkaian serangan sengit Israel telah menghantam ibu kota Yaman, Sanaa, dan kota Hodeidah, Yaman barat, pada dini hari Kamis (19/12). Serangan itu juga menyasar fasilitas minyak Ras Issa di barat Yaman, hingga menggugurkan 9 karyawan dan melukai beberapa orang lainnya. (mm/alalam)