TelAviv, LiputanIslam.com – Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang menyelesaikan kesepakatan komprehensif dengan Suriah terkait kesepahaman keamanan dengan Israel dan bergabungnya Damaskus ke dalam Perjanjian Abraham.
Haaretz menyebutkan bahwa kesepakatan itu masih dalam tahap negosiasi akhir, dan merupakan bagian dari upaya AS untuk memperkuat stabilitas di Suriah dengan mengintegrasikannya ke dalam kerangka kerja keamanan regional yang lebih luas. Kerangka kerja ini mencakup partisipasi Suriah dalam koalisi internasional melawan ISIS dan normalisasi hubungannya dengan Israel melalui mekanisme tidak langsung yang dimediasi oleh AS.
Di pihak lain, pemerintah Suriah, yang dipimpin oleh presiden sementara Suriah Ahmed al-Sharaa, mengupayakan pencabutan sanksi AS dan Eropa yang dijatuhkan kepada negara tersebut sebagai prasyarat normalisasi hubungan, dengan tujuan membuka pintu bagi investasi asing dan dimulainya proyek-proyek rekonstruksi besar.
Perkembangan ini bertepatan dengan tibanya al-Sharaa di AS pada hari Minggu (9/11) untuk kunjungan resmi, yang pertama kalinya dilakukan oleh seorang presiden Suriah ke Washington dalam beberapa dekade, dan kunjungan keduanya ke AS setelah partisipasinya dalam Sidang Umum PBB di New York bulan lalu—di mana ia menjadi presiden Suriah pertama yang berpidato di organisasi internasional tersebut sejak 1967.
Presiden Trump dan al-Sharaa diperkirakan akan bertatap muka di Gedung Putih, dalam pertemuan yang dipandang sebagai momen penting dalam perjalanan transformasi diplomatik Suriah, meskipun rincian pasti dari kesepakatan tersebut belum diungkapkan secara resmi dan masih menjadi subjek negosiasi dan koordinasi antara kedua belah pihak. (mm/raialyoum)