Quds, LiputanIslam.com – Media Israel menyatakan bahwa dinas keamanan Iran mengubah jaringan satelit Starlink milik Elon Musk menjadi “sistem mata-mata pemerintah” yang digunakan untuk melumpuhkan perusuh dan sabotase selama kerusuhan.
Menurut laporan tersebut, yang juga mengutip pemberitaan di media Iran, apa yang dianggap sebagai “jalur penghubung” bagi para perusuh, yang memungkinkan mereka untuk terhubung dengan dunia luar, malah menjadi alat yang efektif untuk menjebak mereka. Laporan tersebut menunjukkan bahwa otoritas Iran awalnya tidak gagal memblokir Starlink, melainkan justru sengaja membiarkan jaringan tersebut tetap terbuka sebagai “jebakan lebah madu.”
Laporan tersebut menjelaskan bahwa setelah para perusuh menggunakan jaringan tersebut untuk menyiarkan peristiwa kerusuhan ke luar negeri, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran segera melakukan operasi pelacakan lokasi tepat sasaran terhadap pengguna layanan, yang menyebabkan penangkapan mereka sebelum layanan tersebut akhirnya dilumpuhkan secara permanen.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa rezim Iran berhasil menghancurkan citra “teknologi Barat yang tak terkalahkan,” mengirimkan pesan yang menakutkan kepada para penyabot bahwa “tidak ada tempat untuk bersembunyi,” dan bahkan satelit Amerika malah berbalik “bekerja untuk kepentingan rezim (Iran).”
Menurut media Israel, mekanisme ini mencerminkan kemampuan dan kecanggihan Iran dalam perang siber, yang kemungkinan karena “didukung oleh keahlian Rusia atau Tiongkok,” khususnya dalam mengidentifikasi transmisi uplink dari stasiun satelit.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa dampak fatal perkembangan ini tidak hanya berupa penangkapan di lapangan, melainkan juga pada penanaman rasa tidak percaya yang mutlak di mana segala cara untuk menembus blokir kini malah dipandang berpotensi sebagai tipuan oleh rezim, mengingat bahwa Iran “tidak hanya mematikan lampu, melainkan juga bahkan membuat orang takut untuk menyalakan korek api.” (mm/almayadeen)