TelAviv, LiputanIslam.com – Kemampuan Angkatan Bersenjata Yaman dalam membela Gaza dan Palestina menjadi topik diskusi terus-menerus di media Israel.
Surat kabar berbahasa Israel Calcalist menerbitkan laporan yang menyoroti kegagalan Israel mencegat rudal hipersonik Yaman meskipun terdapat pertahanan udara berlapis Israel dan AS.
“Rudal-rudal yang datang dari Yaman berhasil mengenai sasarannya berkat hulu ledaknya yang dapat bermanuver,” ungkap Calcalist, seperti dikutip al-Alam, Ahad (11/5)
“Kami telah menyaksikan beberapa kegagalan dalam mencegat rudal Yaman,” tambahnya.
Calcalist mengakui bahwa sistem pertahanan udara yang dimiliki oleh entitas Zionis dan negara-negara maju lainnya tidak memberikan perlindungan yang sempurna, namun surat kabar itu juga mengakui “ada alasan lain di balik serangan-serangan (Yaman) ini, yaitu rudal-rudal yang diluncurkan ke arah kami bukanlah rudal biasa.”
Surat kabar berbahasa Ibrani itu mengakui kesulitan Tel Aviv melawan rudal-rudal hipersonik Yaman ini.
“Rudal-rudal mutakhir yang datang dari Yaman memiliki hulu ledak dengan sirip manuver dan mesinnya sendiri, yang menimbulkan dilema bagi pertahanan udara,” ungkapnya.
Media Zionis terus melaporkan operasi Yaman terhadap Bandara Ben-Gurion dan dampaknya yang berkelanjutan terhadap perluasan isolasi udara internasional dan pengetatan blokade udara terhadap rezim pendudukan.
Sementara itu, surat kabar ekonomi Israel The Marker mengungkapkan bahwa jumlah maskapai penerbangan yang membatalkan penerbangannya ke Israel setelah jatuhnya rudal Yaman di Bandara Ben-Gurion Ahad lalu mencapai 19 maskapai.
Jumlah maskapai penerbangan yang membawa penumpang dari dan ke bandara tersebut juga anjlok menjadi 25 dari jumlah semula yang mencapai ratusan sebelum 7 Oktober 2023.
The Marker menyebutkan bahwa berbagai maskapai internasional mengeluhkan performa kementerian perhubungan Israel dan tidak adanya penjelasan yang memadai mengenai proses operasional di bandara tersebut.
Menurut The Marker, serangan Yaman terhadap Bandara Ben-Gurion terjadi setelah performa bandara ini sempat membaik dan mencatat jumlah penumpang tertinggi sejak dimulai perang terhadap Jalur Gaza. (mm/alalam/aljazeera)