AlQuds, LiputanIslam.com – Media Israel menyebut ancaman Rezim Zionis terhadap Hizbullah Lebanon “tidak berbobot,” dan tidak membuahkan hasil apa pun.
Dikutip Rai Al-Youm, Senin (29/7), pengamat militer di saluran Kan Israel, Roi Sharon, mengatakan bahwa ancaman Israel “tidak bekerja”. Dia mengeluhkan “ancaman kosong” yang telah dibuat oleh para pemimpin pendudukan selama berbulan-bulan.
Menurutnya, ancaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Yoav Gallant, dan Kepala Staf Herzi Halevi untuk “mengembalikan Lebanon ke Zaman Batu dan membuat mereka menyesali hari kelahiran mereka tidak ada gunanya.”
Roi Sharon menyatakan demikian di tengah ancaman yang dilaporkan oleh media Israel untuk “menanggapi” apa yang diklaim oleh Israel sebagai “serangan Hizbullah” terhadap kota Majdal Shams di wilayah pendudukan Golan Suriah yang diduduki. Hizbullah membantah keras tuduhan itu.
Masyarakat Golan sendiri menentang Netanyahu, dan berusaha mencegah kedatangannya ke Majdal Shams, dan menyebutnya sebagai “fasis dan kriminal.”
Keluarga para korban tewas di Majdal Shams menolak bertemu Netanyahu, dan masyarakat Majdal juga memrotes para menteri dan anggota parlemen Knesset Israel.
Masyarakat Majdal Shams berduka atas ledakan misil yang diduga kuat sebagai misil pencegat Israel sendiri, yang jatuh tepat di lapangan sepak bola Sabtu lalu. Misil itu diperkirakan diluncurkan dari platform Iron Dome. Sebanyak 11 penduduk Majdal Shams tewas, dan sekitar 30 orang lainnya luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. (mm/raialyoum)