Nazaret, LiputanIslam.com – Mantan Menteri Kehakiman Israel, Haim Ramon, mengatakan kepada surat kabar Israel Maariv bahwa “perang berakhir dengan kekalahan strategis bagi Israel”. Dia mendesak kepala Staf militer Israel, Herzi Halevy , agar mengundurkan diri.
Senada dengan itu, Danny Newman, analis Channel 14 Israel, mengatakan, “Fakta bahwa 100.000 warga Israel dievakuasi dari rumah mereka sejak setengah tahun lalu menunjukkan bahwa (Sekjen Hizbullah Sayid) Nasrallah telah memenangkan pertempuran pertama dalam perang tersebut.”
Komentar-komentar demikian mengemuka di tengah ketegangan terkait antisipasi Israel di tingkat pemerintahan, militer dan keamanan, terhadap balasan Iran terhadap serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus, ibu kota Suriah.
Situs web Times of Israel mengutip laporan yang diterbitkan oleh Bloomberg bahwa AS yakin serangan besar-besaran Iran terhadap Israel akan segera terjadi dan dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Sejak Oktober 2024, media Israel berbicara tentang kegagalannya “melenyapkan Hamas” dan membebaskan tawanan Israel di Gaza.
Situs web Yedioth Ahronoth melaporkan, “Bahkan pembunuhan putra dan cucu kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, kemarin di kamp Beach, tidak akan mengubah gambaran keseluruhan.”
Situs itu menambahkan: “Perang lebih dari enam bulan di Gaza, dan kegagalan besar Israel, yang dimulai pada 7 Oktober, menjadi semakin intens dari hari ke hari.” (mm/raialyoum)
