Baghdad, LiputanIslam.com – Pemerintah Irak marah besar dan mengutuk penistaan media Israel terhadap otoritas tertinggi keagaaman (marji’) Muslim Syiah di Irak, Ayatullah Sayid Ali al-Sistani.
Penolakan itu dinyatakan oleh Baghdad pada hari Rabu (9/10) setelah saluran swasta sayap kanan Israel Channel 14 pada Selasa malam menerbitkan gambar yang menampilkan Ayatullah Al-Sistani sebagai salah satu target rencana pembunuhan Israel.
Juru bicara pemerintah Irak Bassem Al-Awadi dalam sebuah statemen keras mengatakan,: “Setelah entitas Zionis terlibat dalam perang genosida, melakukan kejahatan yang memalukan terhadap kemanusiaan, dan secara terbuka melakukan pembunuhan dan agresi di Gaza dan Lebanon, tibalah giliran media provokatif dan rasis melakukan upaya murahan dengan menistakan citra otoritas keagamaan tertinggi.”
Dia menambahkan, “Pemerintah Irak dengan tegas menolak segala bentuk kelancangan terhadap kedudukan marji’, yang dihormati oleh seluruh rakyat Irak, dunia Arab dan Islam, serta masyarakat internasional.”
Dia menegaskan, “Entitas Zionis sekali lagi membuktikan bahwa mereka hanyalah sebuah kelompok kriminal yang hidup dengan menciptakan krisis, memicu agresi dan perang, sehingga mereka semakin terkucil dari hari ke hari. Sikap rakyat dan berbagai negara di dunia tak lain adalah konfirmasi atas watak agresif ini.”
Dia lantas menyerukan kepada Sekjen PBB dan berbagai forum internasional untuk menentang dan mengecam segala bentuk tindakan melukai perasaan umat Islam di dunia dan penodaan terhadap para tokoh berpengaruh dan terhormat di tingkat global.
Dalam video yang diterbitkan oleh Channel 14, yang dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, gambar Al-Sistani muncul di samping gambar pemimpin Ansarullah Yaman Sayid Abdul-Malik Al-Houthi, Wasekjen Hizbullah Lebanon Syeikh Naim Qassem, pemimpin Hamas Palestina Yahya Al-Sinwar, komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Ismail Qaani, dan Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei.
Video itu menyematkan tanda “target” pada kepala mereka masing-masing tanpa penjelasan mengapa Sayid Sistani dimasukkan dalam daftar target pembunuhan.
Ayatullah Al-Sistani, ulama kelahiran tahun 1930 dan tinggal di kota Najaf, Irak, adalah salah satu marji’ umat Muslim Syiah. Beberapa waktu lalu dia merilis seruan kepada umat Islam untuk berusaha semaksimal mungkin mencegah agresi dan genosida pasukan Zionis Israel di Lebanon.
Sementara itu, para pejuang kelompok Resistensi Islam Irak (IRI) pada Rabu malam melancarkan serangan drone terhadap target penting di kota Umm al-Rashrash (Eilat) di bagian selatan wilayah pendudukan Palestina.
IRI menyatakan, “Sebagai kelanjutan dari cara kami melawan rezim pendudukan, dan demi mendukung saudara kami di Palestina dan Lebanon, serta sebagai tanggapan atas pembantaian entitas rezim perampas terhadap warga sipil, termasuk anak-anak, wanita dan orang tua, mujahidin IRI pada malam ini, Rabu 9 -10-2024, melancarkan serangan drone terhadap sasaran penting di wilayah pendudukan Umm al-Rashrash.”
IRI juga menegaskan bahwa operasi “penghancuran benteng musuh” terus dilakukan dengan kecepatan yang semakin meningkat. (mm/raialyoum/alalam)