Media Iran Menyoal Perahasiaan Kasus Corona di Negara-Negara Jirannya

0
134

Teheran, LiputanIslam.com –  Website saluran TV al-Alam melaporkan bahwa negara republik Islam ini transparan dalam memberitakan kasus-kasus positif virus Corona alias Covid-19 di wilayahnya, sementara negara-negara jirannya tidak demikian.

Menurut media berbahasa Arab milik Iran ini, ditinjau dari kabar-kabar yang beredar di media sosial, terutama Twitter, terlihat adanya puluhan dan bahkan ratusan orang yang terjangkit virus itu di sejumlah negara dunia yang tampak ketat merahasiakan penyebaran virus ini, terutama negara-negara jiran dan sekitar Iran.

Al-Alam, Ahad (23/2/2020), menyebutkan contoh beberapa negara, termasuk Turki yang di wilayah justru terdapat terdapat lebih dari 250,000 orang China sampai sekarang tidak mengumumkan adanya kasus corona, padahal di beberapa media sosial terdapat laporan dari sebuah rumah sakit Turki mengenai adanya kasus-kasus corona sehingga banyak netizen Turki yang mempertanyakan: “Korona Virüsü Türkiye’ye sıçradı mı?” (Apakah virus corona sudah mencapai Turki)?

Contoh lain adalah Uni Emirat Arab yang hanya menyebutkan 13 kasus yang 3 di antaranya dinyatakan sembuh, sementara kabar-kabar yang beredar di media sosial menyebutkan sedikitnya 50 kasus dengan jumlah kematian yang mencapai sedikitnya 18 orang.

Kondisi yang sama juga tampak di Pakistan yang merahasiakan adanya puluhan kasus, dan beberapa orang meninggal tanpa diketahui penyebabnya oleh pihak medis, sementara menteri kesehatannya melaporkan adanya kepulangan para mahasiswa negara ini dari China.

Turkemnistan dan Afghanistan juga tidak mengumumkan adanya kasus-kasus corona, sementara kabar yang beredar di media sosial dan disertai dokumen visual memperlihatkan adanya kasus-kasus keterjangkitan virus yang berasal dari daratan Tionghoa tersebut.

Al-Alam melanjutkan bahwa tak seperti negara-negara itu, Iran sepenuhnya transparan dalam melaporkan kasus-kasus infeksi Covid-19 beserta jumlah kematian akibat paparan virus ini dan berbagai upaya maksimal yang dilakukan untuk mencegah penyebarannya.

Iran bersikap terbuka justru di saat negara ini berada di urutan yang terakhir di antara beberapa negara yang sejauh ini telah dikonfirmasi terjangkit kasus corona, yaitu China, Arab Saudi, Korea, Amerika Serikat, Palestina Pendudukan (Israel), Italia, dan Uni Emirat Arab. Belakangan ini, dari Libanon juga ada laporan kasus corona setelah Iran.

Wabah corona di Iran ditemukan pertama kali pada hari Rabu lalu dua orang di Qom dilaporkan meninggalkan akibat serangan virus ini.

Sebelumnya, Iran telah memulangkan sekitar 60 mahasiswanya dari Wuhan, kota pusat penyebaran virus corona di China.

Menteri Kesehatan Saeed Namaki mengatakan 60 mahasiswa yang kembali dari Wuhan telah dikarantina selama 14 hari dan dinyatakan sehat.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianush Jahanport, Ahad kemarin, kepada media menyatakan adanya 15 kasus tambahan positif virus corona hanya dalam jangka waktu 24 jam, dan dengan demikian jumlah kasus infeksi virus corona di Iran menjadi sebanyak 43 kasus dengan jumlah kematian sebanyak lima pasien.

Namun, seakan menyindir sikap ketakutan yang berlebihan banyak negara terhadap virus ini sehingga tidak bersikap transparan, kantor kepresidenan Iran merilis pernyataan Presiden Hassan Rouhani; “Seperti halnya sanksi AS, ketakutan terhadap virus corona lebih besar daripada faktanya.” (mm/alalam/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS: