Masyarakat Iran Peringati Haul ke-30 Imam Khomaini

0
170

Teheran, LiputanIslam.com –   Sehari menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah, masyarakat Iran dan beberapa negara Arab dan Islam lainnya, Selasa (4/6/2019), memperingati haul ke-30 Grand Ayatullah Ruhullah al-Khomaini al-Musawi atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Khomaini, tokoh pemimpin Revolusi Islam Iran tahun 1979 dan pendiri negara Republik Islam Iran.

Di Teheran, ibu kota Iran, acara haul terpusat di makam Imam Khomaini sejak pukul 17.00 waktu setempat. Para alim ulama, cendekiawan, politisi, dan sejumlah besar masyarakat Iran mengikuti acara ini untuk memperbarui sumpah setia mereka kepada cita-cita Imam Khomaini.

Para pembicara menyampaikan kata sambutan yang membahas sejarah hidup dan pemikiran perjuangan Imam Khomaini dalam membela kaum tertindas yang bukan hanya berkenaan dengan bangsa Iran sendiri, melainkan juga bangsa-bangsa lain, terutama umat Islam. Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Khamenei juga dijadwalkan berpidato pada majelis ini, dan sekira 50 jurnalis asing dan 300 wartawan Iran dilaporkan meliput acara ini.

Imam Khomeini yang juga dikenal sebagai sosok terkemuka penyeru kebangkitan dan persatuan Islam dunia wafat pada 3 Juni 1989 pada usia 87 tahun. Dia mengabdikan hidupnya untuk melawan dinasti Pahlavi yang menjadi antek Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, dan kemudian berhasil membuka jalan bagi kejatuhan dinasti despotik itu dalam Revolusi Islam 1979.

Di era pra-Revolusi, Imam Khomeini hidup di pengasingan selama lebih dari 15 tahun karena penentangannya terhadap raja terakhir Iran, Mohammad Reza Pahlavi, yang juga menjalin hubungan dengan para imperialis Barat.

Ulama besar berserban hitam sebagai tanda keturunan Rasulullah saw ini tidak diizinkan pulang ke Iran pada masa pemerintahan Pahlavi, dan baru pulang pada 1 Februari 1979 setelah Reza Pahlavi menyerah dan melarikan diri ke luar negeri akibat tekanan hebat gelombang demonstrasi dan amarah rakyat. Rezim Pahlavi yang kejam itu terguling 10 hari kemudian pada 11 Februari.

Acara haul Imam Khomaini mendahului peringatan demonstrasi 5 Juni 1963, yang dikenang di Iran sebagai babak awal kemenangan Revolusi Islam.

Sebelum Revolusi Islam pecah, Imam Khomeini pernah ditangkap pada tahun 1963 setelah menyampaikan pidato bersejarah di kota Qom, tempat ia mencerca “undang-undang kapitulasi” yang memberikan kekebalan hukum kepada warga negara AS di Iran.

Belakangan pada tahun itu masyarakat Iran turun ke jalan dalam jumlah besar untuk memrotes penangkapan tersebut. Unjuk rasa ini mengejutkan rezim Pahlavi sehingga mengerahkan pasukan dan melancarkan aksi penumpasan berdarah terhadap massa pengunjuk rasa. (mm/alalam/presstv)

 

DISKUSI: