Moskow, LiputanIslam.com – Maskapai terbesar Rusia, Aeroflot, mengumumkan pihaknya telah mengirim salah satu pesawat Airbusnya ke Iran untuk perbaikan, setelah sanksi Barat menghambat kemampuan perusahaan ini untuk perawatan pesawatnya.
Flightradar 24, sistem pelacakan penerbangan, mengatakan sebuah Airbus A330-300 terbang ke Teheran pada 5 April dan masih di sana.
“Penyedia layanan akan melakukan pekerjaan pemeliharaan pada Airbus A330 (di Iran), termasuk beberapa perbaikan,” kata Aeroflot dalam sebuah pernyataan, Selasa (11/4).
RBC adalah media yang pertama melaporkan bahwa pesawat itu telah dikirim ke Iran untuk pemeliharaan.
Aeroflot menambahkan, “Perusahaan ini memiliki semua sumber daya material yang diperlukan, sertifikat, dan pengalaman luas, (tetapi) salah satu penyedia layanan akan melakukan pekerjaan pemeliharaan berkualitas tinggi.”
Aeroflot enggan memberikan rincian lebih lanjut dan tidak menyebutkan nama penyedia layanan yang akan melakukan perbaikan.
Barat memberlakukan sanksi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina pada Februari tahun lalu, sehingga maskapai penerbangan Rusia tak bisa mendapatkan pesawat atau suku cadang dari Eropa atau melakukan pekerjaan pemeliharaan di sana.
Maskapai Rusia terus mengoperasikan pesawat Barat, tetapi mereka mengalami kendala impor suku cadang. (mm/raialoum)
Baca juga: