Malam Arbain, Para Peziarah Irak Membanjiri Kota Karbala

0
84

Karbala, LiputanIslam.com –  Para peziarah dari berbagai penjuru Irak berkumpul di kota Karbala, Irak, pada malam Arbain, yaitu peringatan 40 hari kesyahidan cucunda Rasul saw, Imam Husain ra.

Warga Muslim Syiah, Sunni, dan bahkan warga non-Muslim Negeri 1001 Malam itu telah menempuh perjalanan yang sebagian besar dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 100 kilometer sejak beberapa hari lalu dari kota Najaf menuju pusara Imam Husain di kota yang disucikan tersebut. Mereka tiba di Karbala pada hari Kamis untuk menandai Arbain.

Di tahun-tahun sebelumnya, umat Islam dari pelbagai penjuru dunia, teruatama Iran dan termasuk Indonesia, telah mengikuti napak tilas jalan kaki itu, namun pada tahun ini mereka tak dapat mengikutinya karena penutupan perbatasan Irak akibat pandemi Covid-19.

Pada September lalu para peziarah Irak juga telah berbondong-bondong ke Karbala dan Kadhmiyah di Baghdad Utara untuk memperingati Asyura, yaitu hari kesyahidan Imam Husain ra.

Imam Husain ra beserta puluhan anggota keluarga dan sahabatnya gugur syahid dalam pertempuran pertempuran tak seimbang melawan puluhan ribu pasukan Yazid bin Muawiyah di padang Karbala pada tahun 61 Hijriah/680 Masehi.

Peristiwa itu menjadi tragedi besar bagi keluarga suci Nabi saw dan para pecinta mereka  karena Imam Husain ra dan orang-orang dekatnya dibantai dengan sangat sadis dan tak berprikemanusiaan.

Semua laki-laki anggota keluarga, kerabat, dan sahabat dekat Imam Husain yang berjumlah 72 orang dipenggal bersamanya dalam perang yang tidak seimbang melawan pasukan musuh yang berkekuatan 30.000 orang.

Narasi kepahlawanan cucunda Nabi saw dalam peristiwa yang diceritakan melalui banyak prosa dan syair itu menjadi sumber inspirasi perjuangan dan pelajaran moral yang abadi bagi para pecinta Ahlul Bait Nabi saw, baik dari kalangan Syiah maupun Sunni. (mm/fna)

DISKUSI: