Doha, LiputanIslam.com – Gelombang kritik menyebar ke seluruh lembaga penyiaran dan saluran Amerika Serikat (AS) setelah tokoh Hamas, Osama Hamdan, mempermalukan CNN dan menarik diri dari wawancara yang dilakukan oleh Jim Sciutto, penyiar jaringan berita AS ini.
Sciutto bertanya kepada Hamdan apakah Hamas menyesal atas operasi Badai Al-Aqsa pada tanggal 7 Oktober 2023, dan setelah kematian lebih dari 40.000 orang di Gaza. Hamdan mengecam pertanyaan demikian, karena menurutnya bernada pembenaran atas pembantaian Israel terhadap warga sipil Palestina. Hamdan mengingatkan bahwa 7 Oktober bukanlah awal peristiwa, karena Israel telah membunuhi warga Palestina sejak 75 tahun silam sampai sekarang.
Berikut ini petikan wawancara tersebut;
Sciutto: “Izinkan saya memulai di sini, kita sekarang berada di bulan ke-10 dari perang ini. Para pejabat kesehatan Gaza mengatakan bahwa 40,000 orang Palestina, yang sebagian besar warga sipil, terbunuh. Pada 7 Oktober (2023), Hamas membunuh 100 warga sipil Israel. Apakah Hamas menyesal atas serangan teror 7 Oktober itu?”
Hamdan; “Baiklah, tampak bagi saya bahwa Anda memberi Israel hak untuk membunuh orang Palestina ketika Anda bertanya apakah kami menyesal atas apa yang telah dilakukan oleh Israel. Anda hendaklah mengetahui bahwa Israel membunuhi orang Palestina sejak 76 tahun silam.
Sciutto: “Pertanyaan saya ialah apakah Hamas bertanggungjawab atas keterbunuhan rakyatnya di Gaza?”
Hamdan: “Maaf, Anda tidak dapat bertanya lalu menjawab sendiri. Biarkan saya menjawab, atau jika tidak maka Anda dapat menghentikan sendiri pembicaraan Anda sendiri. Bukan tugas Anda untuk mendiktekan kepada saya apa yang harus saya katakan. Bukan kewajiban Anda untuk menerima jawaban yang ingin Anda simak. Mari kita beranjak ke Tepi Barat, di situ tak ada Hamas, tak ada aksi Hamas, sementara Israel telah membunuh 800 orang Palestina dalam 10 bulan terakhir. Bagaimana dengan ini? Anda tak menyimak, dan tidak pule memperkenankan saya menjawab. Anda tidak ingin menyimak fakta-fakta. Anda hanya ingin mendengarkan diri Anda sendiri. Itu ok saja. Anda hanya menyimak diri Anda sendiri dan orang-orang Israel. Jika Anda tahu dan prihatin atas aksi-aksi Israel maka jangan bicara kepada Hamas. Terima kasih banyak, Israel telah membunuhi kami, dan Anda mendukung pembunuhan orang-orang Palestina. Saya prihatin mendengar hal itu dari CNN. Terima kasih banyak, saya harus menyudahinya.” (mm/alalam)