TelAviv, LiputanIslam.com – Surat kabar Israel Maariv melaporkan tak kurang dari 600 pejabat senior dan diplomat Israel mendesak Presiden AS Donald Trump agar menghentikan perang di Gaza.
Hal ini terjadi di tengah rencana Israel untuk menduduki Kota Gaza serta melancarkan perang genosida dan blokade di Jalur Gaza, yang juga membahayakan nyawa para tawanan Israel.
Desakan itu juga mengemuka di saat perlawanan Palestina terus melanjutkan operasi dan penyergapan terhadap pasukan pendudukan di berbagai front hingga menimbulkan kerugian manusia dan material bagi tentara Israel.
Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth mengungkapkan bahwa jumlah tentara pendudukan yang tewas sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023 mencapai 900 tentara.
Saluran 12 Israel mengungkap sebuah brosur militer internal yang didistribusikan oleh Pusat Pembelajaran Operasional Angkatan Darat Israel kepada unit-unit manuver yang menuju Gaza. Brosur itu memuat pengakuan atas kegagalan Operasi Gideon pada pertengahan Mei.
Saluran 12 Israel mengungkap sebuah laporan dokumenter rahasia internal tentara Israel, yang mengungkap kegagalan Operasi Gideon akibat perencanaan yang asal-asalan, kegagalan menetapkan tanggal operasi, dan ketidaksesuaian rencana dengan gaya tempur Hamas.
Menurut laporan itu, operasi militer Gideon gagal mencapai tujuan yang dinyatakan, yaitu menumpas Hamas di Jalur Gaza, menghancurkan infrastruktur gerakan tersebut, membasmi para pemimpinnya, dan setidaknya menemukan jenazah para tawanan Israel.
Laporan itu menilai operasi Gideon gagal karena berbagai faktor yang berkaitan dengan kurangnya jadwal operasi yang jelas, operasi militer yang tidak sesuai dengan gaya tempur Hamas, dan perencanaan operasi yang asal-asalan.
Amjad Abu al-Ezz, dosen ilmu politik di American University di Kairo, Mesir, mengatakan, “Ada perbedaan pendapat yang mendalam tentang bagaimana menangani Jalur Gaza: Haruskah kita memilih kesepakatan parsial atau komprehensif, atau haruskah kita melanjutkannya? Poin ini sangat memengaruhi detail laporan ini. Ini merupakan indikasi bahwa ada pihak yang berusaha menciptakan opini publik yang akan menekan Netanyahu untuk mengadopsi narasi militer.” (mm/alalam)