Luncurkan Satelit Baru, Iran Gagal Mengorbitkannya

0
157

Teheran, LiputanIslam.com –  Iran meluncurkan satelit barunya, “Zafar” (Kemenangan), dengan menggunakan roket “Simorgh” (Phoenix) yang dilesatkan di Provinsi Semnan , Ahad (9/2/2020), namun gagal menempatkannya ke orbit akibat kecepatan roket yang tidak memadai.

Menteri Komunikasi Iran Mohammad Javad Azari Jahromi di Twitter menyebutkan bahwa peluncuran satelit komunikasi itu gagal, namun sembari menyatakan bahwa negaranya masih memiliki satelit bagus lain yang akan datang.

“Tapi kami TIDAK BISA DIHENTIKAN! Kami memiliki lebih banyak satelit bagus Iran yang akan datang!” cuit Jahromi dalam bahasa Inggris.

Sementara itu, televisi resmi Iran mengutip pernyataan Ahmad Hosseini, seorang pejabat di Unit Antariksa di Kementerian Pertahanan, bahwa roket Simorgh “berhasil meluncurkan” satelit ke luar angkasa, “tetapi tidak mencapai kecepatan yang diperlukan untuk menempatkan satelit di orbit yang direncanakan” .

Menurutnya, satelit itu diluncurkan pada pukul 19:15 waktu setempat dan menyelesaikan “90 persen jalur penerbangan yang direncanakan”, pada ketinggian 540 km.

Meski gagal, dia tetap menilai peluncuran itu sebagai pencapaian “luar biasa” dalam program luar angkasa Iran.

Dia juga menyatakan, “Dengan bantuan Allah dan perbaikan yang akan kami lakukan  pada peluncuran mendatang, bagian misi ini akan berhasil diselesaikan.”

Dia menambahkan, “Kami telah mencapai sebagian besar tujuan kami dan memperoleh data, dan dalam waktu dekat dan dengan analisis data kami akan menyelesaikan tahapan berikutnya.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampak bergembira atas kegagalan Iran itu. Di Twitter segera mengomentarinya dengan menyatakan, “Iran gagal meluncurkan satelit hari ini. Mereka juga gagal menyelundupkan senjata ke Suriah dan Lebanon karena kami selalu bekerja di sana. ”

Pada tahun lalu Iran juga gagal dalam pengorbitan satelit Payam dan Doosti. Tiga kegagalan berturut-turut ini menimbulkan kecurigaan campur tangan luar dalam program Iran.

Selama satu dekade terakhir, Iran berhasil mengirim beberapa satelit berumur pendek ke orbit, dan pada 2013 telah meluncurkan monyet ke luar angkasa.

Peluncuran yang terbaru Ahad kemarin dilakukan di tengah eskalasi ketegangan antara Iran dan AS sejak Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan beberapa negara terkemuka dunia.

Sebagai reaksi atas pengkhianatan AS itu, sejak 2018 Iran mulai mengurangi komitmennya kepada perjanjian yang membatasi pengayaan uraniumnya tersebut.  (mm/alalam/raialyoum/nyt)

DISKUSI: