Luar Biasa, Demi Palestina, Jurnalis ini Mundur dari Saluran Al-Arabiya Milik Saudi

0
267

Quds, LiputanIslam.com –  Seorang jurnalis Palestina bernama Motasem Saqaf al-Muhit mengumumkan pengunduran dirinya dari saluran TV Al-Arabiya milik Arab Saudi sebagai bentuk solidaritas dan kepeduliannya kepada nasib bangsa Palestina.

“Mengingat kebijakan saluran Al-Arabiya tak profesional terhadap isu Palestina, saya mengumumkan penghentian pekerjaan saya sebagai kameramen pers “Alarabiya Palestina” yang berada di bawah  #channel_arabiya, rizki di tangan Allah,” ungkap al-Muhit di halaman Facebooknya, Ahad (11/4).

Kantor berita Palestina Shehab dalam laporannya mengenai pengunduran diri al-Muhit menyebutkan bahwa Al-Arabiya yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, telah menyebarkan berita-berita hoax mengenai tawanan Palestina Mansour al-Shahateet yang baru dibebaskan.

Menurut Shehab, Al-Arabiya telah menuduh sejumlah anggota Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, telah menyiksa al-Muhit di dalam penjara sehingga kondisi kesehatannya memburuk.

Media Palestina lain Duniya al-Watan (Al-Watan Voice) juga melaporkan hal itu dengan menyebutkan bahwa Al-Arabiya mengklaim Al-Shahateet dianiaya hingga hilang ingatan bukan oleh orang-orang Zionis Israel, melainkan oleh tahanan Palestina lain yang pro-Hamas dan berselisih pendapat dengan Al-Shahateet.

Al-Shahateet adalah warga Palestina dari Tepi Barat yang baru dibebaskan setelah 17 tahun mendekam dalam penjara Israel. Tragisnya, dia dibebaskan dalam kondisi yang tak dapat mengingat lagi anggota keluarganya, termasuk ibu dan saudara-saudaranya.

Juru bicara Hamas Hazem Qasem lantas membantah tuduhan itu dengan menegaskan, “Dusta dan palsu yang sengaja dipraktikkan oleh saluran Al-Arabiya mengenai perjuangan bangsa Palestina dan simbol-simbol nasionalnya adalah perilaku yang tercela dan pelanggaran terhadap semua nilai Arab.”

Forum Jurnalis Palestina (FPJ) memuji keputusan Al-Muhit. Dalam sebuah statmennya, FPJ menyatakan, “Sikap nasionalisme dan pemberani wartawan Saqaf al-Muhit ini diambil di tengah berlanjutnya peliputan saluran Al-Arabiya secara tindak profesional terhadap persoalan Palestina, menyimpang dari fakta, dan menyalahi prinsip kerja jurnalistik yang paling sederhana.” (mm/shehab/wv)

Baca juga:

[Video]: Festival 6 Tahun Resistensi Yaman di Damaskus, Faksi-Faksi Palestina Ikut Bergabung

UEA Akui Bekerjasama dengan Israel untuk Lawan Hizbullah

DISKUSI: