Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi mengutuk serangan Israel yang menggugurkan lima penasihat militer dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Suriah, dan mengatakan bahwa aksi “pengecut” tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
“Tentu saja, kelanjutan aksi teroris dan kriminal tersebut, yang merupakan indikasi semakin besarnya kegagalan dan kekalahan rezim ilegal Zionis dalam upaya mencapai tujuan jahatnya dan betapa frustrasinya mereka terhadap para pejuang front resistensi, tidak akan dibiarkan begitu saja olehRepublik Islam Iran,” kata Raisi dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (20/1)
Sebelumnya, IRGC mengumumkan empat anggotanya yang bertugas dalam misi asistensi militer di Suriah terbunuh dalam serangan Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di Damaskus.
“Kejahatan rezim Zionis perampas dewasa ini, yang dilakukan dengan dukungan negara-negara hegemonik, terutama Amerika Serikat, dan diamnya organisasi-organisasi internasional, tidak diragukan lagi akan menjadi noda lain dalam catatan hitam semua orang yang mengaku sebagai pembela hak asasi manusia,” lanjut Sayid Raisi.
Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Iran Naser Kanaani menegaskan, “Tidak ada keraguan bahwa darah para syuahada ini tidak akan sia-sia, dan Republik Islam Iran, selain tindak lanjut politik, hukum dan internasional terhadap tindakan agresif dan kriminal ini, juga mempertahankan haknya untuk menanggapi terorisme terorganisir -yang dilakukan oleh entitas palsu Zionis- pada waktu dan tempat yang tepat.”
Iran menjalankan misi penasehatan di Suriah atas permintaan Damaskus untuk membantu Suriah melawan militan dukungan asing yang memerangi pemerintah Suriah sejak tahun 2011.
Rezim Israel telah meningkatkan serangan udaranya ke Suriah sejak awal Oktober, ketika mereka melancarkan perang genosida yang sedang berlangsung terhadap Jalur Gaza.
Tentara Israel, sebagaimana biasa, tidak memberikan komentar yang mengkonfirmasi atau menyangkal serangan terhadap Suriah.
Sejak pecahnya perang di Gaza, perbatasan Lebanon-Israel diwarnai pemboman setiap hari. Hizbullah yang didukung Iran menyerang situs-situs dan titik-titik militer Israel demi mendukung Gaza, sementara tentara Israel membalasnya dengan pemboman udara dan artileri.
Kelompok pro-Iran di Suriah selatan juga menembakkan rudal ke wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan, dan juga dibalas oleh Israel. (mm/presstv)