Ledakan Tewaskan 9 Polisi Irak, ISIS Mengaku Bertanggungjawab

0
117

Kirkuk, LiputanIslam.com   Sedikitnya sembilan petugas polisi federal Irak tewas akibat ledakan bom di kawasan dekat kota Kirkuk yang kaya minyak di Irak utara, ungkap pejabat keamanan.

Ledakan itu, yang menurut sumber lain menewaskan 12 orang, menyasar konvoi polisi pada hari Minggu (18/12), di dekat desa Safra, sekitar 30 km barat daya Kirkuk.

Seorang petugas polisi federal mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa “serangan langsung dengan senjata kecil” terjadi setelah ledakan itu.

Kelompok teroris ISIS di saluran Telegramnya mengaku telah melakukan serangan itu.

ISIS pernah merebut sebagian besar wilayah Irak dan Suriah pada tahun 2014 dan telah dikalahkan oleh kedua negara serta  kehilangan benteng terakhirnya pada 2019, namun sel-sel tidurnya terus melakukan serangan di dua negara itu.

Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani  memerintahkan perburuan para pelaku peledakan, dan  mengatakan pasukan keamanan harus menunjukkan “kewaspadaan, dengan hati-hati memeriksa jalan dan tidak memberikan kesempatan bagi elemen teroris”.

Kirkuk, yang berjarak 240 km utara Baghdad, direbut dari kelompok Kurdi oleh pasukan keamanan Irak pada 2017. Pemerintah Daerah Kurdi sempat menguasai kota itu ketika pasukan Irak mundur akibat serangan ISIS.

Sebuah laporan PBB yang dirilis pada Agustus mengatakan ISIS mempertahankan jaringan bawah tanah yang terdiri dari 6.000 hingga 10.000 militan yang mampu melakukan serangan di kedua sisi perbatasan Irak-Suriah yang rapuh.

Rabu lalu sebuah bom yang dipasang di pinggir jalan menghantam sebuah kendaraan militer, menewaskan tiga tentara Irak di daerah pertanian di utara Baghdad, menurut Kementerian Pertahanan. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Pada bulan November, serangan lain di pos militer utara yang terpencil menewaskan empat tentara di dekat Kirkuk, dan juga tidak ada pihak yang mengaku bertanggungjawab.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri kembar yang menewaskan 32 orang di pasar Baghdad pada Januari 2021. Peristiwa ini menandai insiden pertama di kota itu dalam jangka waktu lebih dari tiga tahun. (mm/aljazeera/anadolu)

DISKUSI: