Beirut, LiputanIslam.com – Ribuan orang, terutama anggota Hizbullah Lebanon, Hizbullah, tewas dan atau terluka akibat ledakan perangkat komunikasi nirkabel, yang dikenal sebagai pager, meledak di berbagai lokasi di Lebanon, Selasa (17/9).
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan sedikitnya sembilan orang tewas dan 2.800 lainnya terluka dengan kondisi sekira 200 di antaranya parah, akibat ledakan tersebut, yang pertama kali dilaporkan terjadi di pinggiran selatan Beirut.
“Pasien dipindahkan ke berbagai provinsi di Lebanon karena rumah sakit di Lebanon selatan telah melampaui kapasitasnya,” kata kementerian tersebut.
Duta Besar Iran untuk Lebanon, Mojtaba Amani, juga termasuk di antara yang terluka. Melalui akun X, istri Amani mengonfirmasi cedera suaminya akibat ledakan pager, tetapi mengatakan kondisinya stabil.
Para korban gugur antara lain adalah seorang gadis berusia sembilan tahun dan satu pemuda putra seorang anggota parlemen yang berafiliasi dengan Hizbullah.
Gadis kecil itu telah diidentifikasi sebagai Fatima Jafar Abdullah sementara pemuda itu adalah Mahdi Ammar, putra anggota parlemen blok Loyalitas Resistensi Ali Ammar.
Berdasarkan penyelidikan awal, para pejabat terkait mengatakan bahwa ledakan tersebut tampaknya disebabkan oleh serangan siber jarak jauh yang diatur oleh rezim Israel di tengah meningkatnya ketegangan.
Disebutkan bahwa pager yang dibawa oleh para korban memanas sebelum ledakan terjadi, sementara warga Israel berada dalam kondisi siaga tinggi, menunggu tanggapan dari Hizbullah.
Hizbullah menyatakan bahwa setelah memeriksa semua fakta dan informasi yang tersedia, mereka menganggap rezim Zionis Israel “bertanggung jawab penuh atas agresi kriminal ini, yang juga menyasar warga sipil dan menyebabkan beberapa orang gugur syahid dan banyak lainnya terluka.”
Hizbullah menegaskan, “Para syuhada dan korban luka adalah simbol perjuangan dan pengorbanan kita di jalan menuju Al-Quds, dalam kemenangan bagi rakyat kita yang terhormat di Jalur Gaza dan Tepi Barat serta dukungan lapangan yang berkelanjutan.
“Posisi kemenangan, dukungan, dan sokongan kita bagi perlawanan Palestina yang gagah berani akan tetap menjadi sumber kebanggaan dan kehormatan bagi kita di dunia ini dan akhirat.
“Musuh yang pengkhianat dan kriminal pasti akan menerima hukumannya atas agresi yang berdosa ini,” bunyi pernyataan tersebut.
Kementerian Kesehatan Lebanon meminta semua pekerja medisnya di Beirut dan Lebanon selatan untuk tetap waspada dan menanggapi semua kasus medis darurat. Kementerian itu juga telah mendesak semua pemilik pager untuk segera membuang perangkat mereka.
Menteri Kesehatan Lebanon, Firas Abiad, sebelumnya mengatakan jumlah korban luka mencapai “ratusan” dan ada beberapa korban tewas akibat ledakan itu.
Belum ada komentar langsung dari militer Israel mengenai serangan tersebut, namun beberapa laporan menyebutkan bahwa pejabat Israel telah disarankan untuk tetap bungkam.
Berbagai pihak, terutama Iran dan kelompok-kelompok pejuang resistensi anti-Israel di Timur Tengah melontarkan kutukan terkait dengan kejadian tersebut. (mm/almayadeen/presstv)