Gaza, LiputanIslam.com – Setidaknya lima warga Palestina tewas dan 25 lainnya terluka dalam ledakan di dekat pagar pemisah di sepanjang perbatasan Israel dengan Gaza, Rabu (13/9), menurut Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza.
Ledakan terjadi ketika warga sedang menggelar pawai unjuk rasa di sepanjang pagar yang menandai peringatan penarikan Israel dari Jalur Gaza pada tahun 2005. Pawai di perbatasan timur Gaza ini diserukan oleh Hamas, kelompok pejuang Palestina yang memerintah wilayah tersebut sejak tahun 2007.
Para pengunjuk rasa mengatakan tentara Israel menembakkan gas air mata sebelum ledakan mematikan itu terjadi.
Saksi mata mengatakan kepada media lokal bahwa ketika Unit Teknik Bahan Peledak Palestina mencoba menjinakkan alat peledak, pasukan Israel melepaskan tembakan, dan mencegah mereka melarikan diri dari ledakan tersebut.
Tentara Israel, yang telah melakukan beberapa kali pemboman mematikan di Gza, membantah terlibat. Dikatakan bahwa para pengunjuk rasa mencoba melemparkan bom ke pagar ketika bom tersebut meledak. Mereka merilis video udara yang menunjukkan ledakan di sepanjang pagar. Puing-puing beterbangan ke udara, dan beberapa orang terlihat melarikan diri.
Sebelumnya pada hari itu, para peserta mengibarkan bendera Palestina dan membakar ban untuk merayakan peringatan penarikan mundur pasukan Israel.
Suhail al-Hindi, seorang pemimpin Hamas, memuji berakhirnya apa yang dia gambarkan sebagai “pendudukan Israel yang kejam di Gaza”.
Daerah berpenduduk dua juta orang tersebut masih berada di bawah blokade darat, laut, dan udara Israel dengan kontrol ketat terhadap pergerakan orang dan barang.
Israel bersikikuh dengan tindakan keras tersebut dengan dalih bahwa hal itu diperlukan untuk mencegah Hamas mempersenjatai diri. (mm/aljazeera/alalam)
Baca juga: