Ledakan Bom di Masjid Tewaskan 18 Orang, Termasuk Ulama Pro-Taliban

0
130

Herat, LiputanIslam.com Ledakan di sebuah masjid di kota Herat di Afghanistan barat menewaskan belasan warga sipil, termasuk seorang ulama ternama yang pro-Taliban.

Gambar-gambar yang beredar di media sosial pada hari Jumat (2/8) memperlihatkan obyek-obyek seperti mayat berlumuran darah berserakan di sekitar kompleks masjid.

“Delapan belas orang tewas dalam insiden itu dan 23 lainnya terluka,” kata juru bicara gubernur provinsi Herat, Hameedullah Motawakel, kepada wartawan.

Ledakan terjadi di Masjid Guzargah saat shalat Jumat.

“(Imam) Mujib Rahman Ansari dengan beberapa pengawalnya dan warga sipil tewas dalam perjalanan menuju masjid. Salah satu pelaku bom bunuh diri meledakkan diri sambil mencium tangannya,” kata juru bicara polisi Herat Mahmoud Rasooli.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid bersumpah bahwa pelaku peledakan itu akan mendapat hukuman.

“Ulama negara yang kuat dan berani  telah gugur syahid dalam serangan brutal,” ungkap Mujahid di Twitter.

Pada akhir Juni lalu Mujib Rahman Ansari berbicara lantang membela Taliban pada pertemuan besar ribuan ulama dan tokoh masyarakat yang diselenggarakan oleh Taliban. Dia juga mengutuk siapa pun yang menentang pemerintahan Taliban.

Ansari adalah ulama pro-Taliban kedua yang tewas dalam ledakan dalam waktu kurang dari sebulan, setelah Rahimullah Haqqani terbunuh dalam serangan bunuh diri di madrasahnya di Kabul. Haqqani dikenal karena pidato kemarahannya terhadap kelompok teroris ISIS, yang kemudian mengaku bertanggung jawab atas kematiannya.

Taliban mengaku telah meningkatkan keamanan di Afghanistan sejak mengambil alih kekuasaan sekitar setahun yang lalu, namun terjadi sejumlah aksi peledakan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk masjid-masjid yang jamaahnya sedang menjalankan kegiatan. (mm/aljazeera)

DISKUSI: