Beirut, LiputanIslam.com – Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran (SNSC), Ali Larijani, menepis tuduhan bahwa Iran berupaya mencampuri urusan dalam negeri Lebanon. Dia mengimbau para politisi Lebanon cermat membedakan antara kawan dan lawan, dan Iran adalah kawan yang siap memberikan bantuan militer jika diminta Lebanon untuk melawan Israel.
Dalam konferensi pers bersama Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri di Beirut, Rabu (13/8), Larijani menyebut kunjungannya membawa pesan dukungan Iran bagi kemerdekaan dan kekuatan negara-negara di kawasan sekitar.
Menanggapi tuntutan AS untuk pelucutan senjata kelompok-kelompok perlawanan Lebanon, termasuk Hizbullah, dia menyatakan Lebanon mampu menentukan jalannya sendiri.
“Negara-negara di luar Lebanon tidak boleh mendikte Lebanon. Bangsa Lebanon adalah bangsa yang bijaksana dan dapat memutuskan sendiri, dan kami menghormati setiap keputusan yang dibuat pemerintah Lebanon setelah berkonsultasi dengan kubu perlawanan,” ujarnya.
Larijani juga membahas sikap pemerintah Lebanon menerima seruan AS untuk melucuti senjata kubu perlawanan, dan mengimbau Lebanon menghargai mereka yang membela negara dari agresi Israel.
“Berhati-hatilah agar Israel tidak memaksakan kepada Anda melalui cara lain apa yang tidak dapat dicapainya melalui perang. Mereka ingin menggunakan propaganda untuk membalikkan peran teman dan musuh. Perlawanan adalah aset nasional Lebanon dan semua negara Islam. Musuh Anda adalah Israel, yang menyerang Anda, dan teman Anda adalah orang yang melawan Israel, jadi hargailah mereka,” imbaunya.
Larijani menganjurkan dialog internal di Lebanon untuk penyelesaian perpecahan terkait senjata perlawanan.
“Pemerintah Lebanon harus berbicara dengan berbagai sekte dan mencapai kesepakatan. Pihak yang mencampuri urusan Lebanon adalah pihak (AS) yang, dari jarak ribuan kilometer, memberi Anda rencana dan jadwal tindakan. Kami tidak memberi Anda rencana apa pun,” tuturnya..
Sekretaris SNSC menekankan bahwa Iran tidak pernah memperlakukan sekutu Lebanonnya sebagai alat, dan pihak perlawanan Lebanon tidak membutuhkan arahan dari pihak lain.
Mantan ketua parlemen Iran itu juga menekankan bahwa Poros Perlawanan di kawasan Asia Barat dibentuk bukan oleh arahan asing, melainkan sebagai respon terhadap pendudukan dan agresi.
“Jika Anda melihat sejarah Perlawanan, Anda akan melihat bahwa ia selalu muncul dalam perlawanan terhadap arus asing. Di Lebanon, ketika Israel merebut Beirut, Hizbullah dibentuk; ketika Irak diduduki oleh Amerika, gerakan perlawanan muncul; di Yaman, ketika Yaman dibom, perlawanan muncul,” paparnya.
Mengenai kemungkinan Iran memberikan dukungan militer kepada Lebanon jika Israel menginvasi lagi, dia menegaskan, “Jika pemerintah Lebanon meminta bantuan militer dari kami, kami akan membantu.”
Larijani, yang mengunjungi Lebanon setelah lawatannya ke Irak, mengadakan pembicaraan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Rabu pagi. (mm/alalam/presstv)