Baghdad, LiputanIslam.com – Sekjen Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan bahwa Hizbullah memiliki kematangan politik sehingga tidak membutuhkan perwalian.
Larijani dalam konferensi pers di Baghdad, ibu kota Irak mula-mula berbicara mengenai negara jirannya ini.
“Kami prihatin dengan keamanan seluruh kawasan, dan rakyat Irak tidak membutuhkan pendiktean,” ujarnya, sembari menekankan bahwa penandatanganan nota kesepahaman keamanan dengan Irak bertujuan mencegah segala ancaman terhadap keamanan kedua negara.
Menanggapi adanya anggapan bahwa Iran campur tangan dalam pemilu Irak, Larijani menekankan bahwa “rakyat Irak rasional, berani dan tidak membutuhkan pendiktean,” dan bahwa dia di Baghdad telah mengadakan beberapa pertemuan yang membahas berbagai isu regional.
Larijani menambahkan, “Sebuah nota kesepahaman keamanan telah ditandatangani dengan Irak, dengan tujuan mencegah pihak lain mengganggu keamanan kedua negara.”
Larijani mengapresiasi besarnya kepedulian dan layanan Irak kepada para peziarah yang berdatangan dari berbagai negara untuk mengikuti peringatan Arbain Imam Husain ra di kota Karbala.
Mengenai Hizbullah Lebanon, Larijani mengatakan, “Hizbullah Lebanon memiliki kedewasaan politik, dan kubu perlawanan tidak membutuhkan perwalian.”
Sebelum memulai kunjungannya ke Irak dan Lebanon, Larijani, mengumumkan pada Senin pagi bahwa destinasi pertamanya dalam kunjungan ini adalah Irak.
“Irak adalah negara sahabat dan tetangga yang memiliki hubungan dagang erat dengan kami. Kerja sama antara kedua bangsa berada pada tingkat yang sangat baik, contoh utamanya adalah peringatan Arbain, di mana kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Irak atas kerja samanya yang luar biasa dalam memfasilitasi urusan para peziarah selama acara ini,” ujarnya. (mm/alalam)