Damaskus, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam kunjungannya ke Suriah dan pertemuannya dengan presiden negara ini, Bashar Al-Assad, Ahad (1/12) menegaskan konsistensi Iran pada dukungan penuhnya kepada pemerintah, negara, dan tentara Suriah dalam perang melawan terorisme dan menjaga keamanan serta stabilitas regional.
Araghchi berkunjung ke Damaskus beberapa hari setelah kelompok-kelompok militan bersenjata yang dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS) melancarkan serangan terbesar mereka di Suriah dalam beberapa tahun terakhir, dan berhasil menguasai sebagian kota Aleppo, dan kemudian bergerak ke arah selatan menuju kota Hama.
Tentara Suriah kemudian mengumumkan bahwa mereka menggagalkan operasi teroris berskala besar melalui serangan pendahuluan.
Menteri Luar Negeri Iran menyebutkan bahwa serangan teroris di Suriah itu merupakan bagian dari plot musuh untuk mengacaukan stabilitas dan keamanan di kawasan.
Menurutnya, tujuan kawanan teroris itu sepenuhnya sejalan tujuan AS dan Rezim Zionis Israel, yang ingin menebus kegagalan di Lebanon dan Gaza dengan cara berusaha membangkitkan gejolak perang dan kekacauan di kawasan sekitar.
Araghchi mengaku optimis bahwa Suriah, seperti di masa lalu, akan berhasil mengalahkan kelompok-kelompok teroris.
Dia menegaskan kembali dukungan penuh Iran kepada Suriah untuk melawan agresi Israel dan gerombolan teroris.
Sebelum bertolak ke Suriah, dia mengatakan Iran tidak membedakan antara rezim Israel dan kawanan teroris takfiri. (mm/almayadeen)