Beirut, LiputanIslam.com – Tiga narasumber dari Teluk Persia mengatakan kepada Reuters bahwa negara-negara Arab di kawasan itu mendesak AS agar mencegah Israel menyerang ladang minyak Iran, karena mereka khawatir fasilitas minyak mereka akan terkena serangan kelompok-kelompok sekutu Iran.
Reuters mengutip tiga sumber yang dekat dengan kantor-kantor pemerintah yang sebagian di antaranya mengatakan, “Negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar, juga menolak mengizinkan Israel terbang di atas wilayah udara mereka untuk melakukan serangan terhadap Iran sebagai bagian dari upaya mereka menghindari keterjebakan di tengah baku tembak, dan hal ini telah disampaikan kepada Washington.”
Israel berulang kali bersumbar bahwa Iran akan membayar mahal serangan rudalnya terhadap Israel yang dilakukan pada awal bulan ini, sementara Iran juga bersumpah bahwa serangan balik Israel akan dibalas dengan kehancuran yang luas. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya perang.
Menurut Reuters, negara-negara Arab Teluk menempuh langkah-langkah tersebut setelah Iran melakukan upaya diplomatik untuk membujuk mereka agar menggunakan pengaruh mereka terhadap AS di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa Israel akan menyerang fasilitas produksi minyak Iran.
Seorang pejabat senior dan diplomat Iran mengatakan kepada Reuters, “Dalam pertemuan minggu ini, Teheran memperingatkan Arab Saudi bahwa Iran tidak dapat menjamin keamanan fasilitas minyak di kerajaan Teluk jika Israel mendapat bantuan (dari Saudi) dalam melakukan serangannya.”
Ali Shihabi, pengamat dari Saudi yang dekat dengan istana Kerajaan Saudi, mengatakan: “Iran menyatakan: Jika negara-negara Teluk membuka wilayah udara mereka untuk Israel, maka ini akan menjadi tindakan perang.”
Dia menambahkan, “Teheran mengirimkan pesan yang jelas ke Riyadh bahwa sekutunya di negara-negara seperti Irak atau Yaman dapat merespon jika ada dukungan regional bagi serangan Israel terhadap Iran.”
Sementara itu, pasukan Yaman mengumumkan pihaknya telah menyerang kapal minyak AS di Laut Merah dengan 11 rudal balistik dan dua drone, yang menyebabkan “cedera parah.”
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah , Yahya Saree, pada Kamis malam (10/10) mengatakan, “Angkatan bersenjata Yaman melakukan dua operasi militer. Yang pertama menargetkan kapal minyak Amerika Olympic Spirit dengan 11 rudal balistik dan dua drone, dan kapal tersebut terkena dan rusak parah.”
Dia menambahkan bahwa operasi kedua menyerang kapal St. John dengan rudal jelajah di Samudera Hindia. (mm/raialyoum)