Gaza, LiputanIslam.com – Kementerian Kesehatan di Gaza pada hari Senin (11/8) mengumumkan bahwa jumlah korban gugur akibat kelaparan dan malnutrisi yang disebabkan oleh blokade Israel meningkat menjadi 222, termasuk 101 anak-anak, setelah lima warga Palestina yang kelaparan meninggal dalam 24 jam terakhir.
Sejak 2 Maret, Israel memblokir semua penyeberangan ke Jalur Gaza, mencegah masuknya bantuan kemanusiaan apa pun sehingga kawasan ini dilanda traged kelaparan. Hal ini terjadi meskipun truk bantuan menumpuk di perbatasan, dan hanya sedikit yang diizinkan masuk sehingga tidak memenuhi kebutuhan minimum warga Palestina yang kelaparan.
Program Pangan Dunia memperingatkan bahwa “sepertiga penduduk Gaza belum makan selama beberapa hari”, dan menyebut situasi kemanusiaan di sana sebagai “tingkat kelaparan dan keputusasaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengabarkan bahwa Gaza membutuhkan ratusan truk bantuan setiap hari untuk mengakhiri kelaparan akibat blokade dan genosida.
Sejak 7 Oktober 2023, dengan dukungan AS, Israel melakukan genosida di Gaza, termasuk pembunuhan, pelaparan, penghancuran, dan pengungsian, sehingga rezim Zonis itu mengabaikan seruan dan perintah internasional dari Mahkamah Internasional untuk menghentikannya.
Genosida Israel telah menggugurkan 61.499 warga Palestina, melukai 153.575 orang, dan menyebabkan lebih dari 9.000 orang hilang dan ratusan ribu orang telah mengungsi, serta menimbulkan kelaparan telah merenggut nyawa banyak orang, termasuk puluhan anak-anak.
Dalam peristiwa terbaru, balita Palestina Muhammad Zakaria Khader gugur akibat malnutrisi parah, yang disebabkan oleh kurangnya makanan dan suplemen gizi akibat kelaparan yang telah berlangsung sejak Maret lalu, bertepatan dengan perang genosida yang telah berlangsung selama lebih dari 21 bulan.
Sebuah sumber medis di Rumah Sakit Pemerintah Nasser (selatan) bahwa seorang anak dengan gangguan motorik, meninggal dunia pada hari Senin akibat malnutrisi parah.
Sumber tersebut menjelaskan bahwa berat badan anak itu turun dari 12 kilogram menjadi hanya 3 kilogram akibat malnutrisi. (mm/raialyoum)