Gaza, LiputanIslam.com – Sumber medis mengatakan sebanyak 29 warga Palestina gugur dalam pemboman Israel di berbagai wilayah di Jalur Gaza sejak dini hari Jumat (30/8).
Hal ini terjadi ketika tentara Israel mengumumkan bahwa Divisi ke-98 telah menyelesaikan misinya di Khan Yunis dan Deir al-Balah di selatan dan tengah Jalur Gaza.
Tentara Israel dalam sebuah pernyataan mengklaim pasukannya membunuh 250 orang Palestina selama operasi ini dan menghancurkan enam terowongan sepanjang 6 kilometer.
Pernyataan tersebut juga mengklaim ditemukannya enam mayat tawanan Israel yang ditahan di kawasan tersebut, dan ini menandakan kesiapan Divisi 98 untuk melaksanakan tugas lainnya.
Di sisi lain, Channel 12 Israel melaporkan bahwa 15 tentara dari Brigade Pasukan Terjun Payung menolak untuk kembali berperang di Gaza.
Radio Tentara Israel juga mengatakan bahwa pemerintah menyetujui perpanjangan keputusan yang mengizinkan perekrutan 350.000 tentara cadangan hingga akhir tahun ini.
Sementara itu, media Arab melaporkan bahwa empat warga Palestina gugur dan lebih dari 20 orang terluka, termasuk anak-anak, dalam pemboman Israel di Jalan Al-Ajarma di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara.
Helikopter Israel juga menggempur lingkungan Al-Zaytoun, selatan Kota Gaza, dengan senapan mesin.
Di kamp Al-Maghazi di Jalur Gaza tengah, sejumlah warga Palestina gugur dan terluka dalam serangan Israel terhadap sebuah rumah di kamp tersebut.
Dilaporkan pula bahwa ada korban jiwa, termasuk anak-anak, dalam serangan Israel terhadap sebuah rumah di daerah Al-Dawa di utara kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada dini hari.
Disebutkan pula bahwa tim ambulan memindahkan sejumlah korban luka ke Rumah Sakit Al Awda di kamp tersebut, dan empat korban luka lain dipindahkan ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir Al-Balah karena parahnya kondisi mereka.
Upacara perpisahan dan pemakaman diadakan di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa untuk warga Palestina yang terbunuh oleh pendudukan dalam pemboman di kamp Nuseirat.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah melancarkan perang dahsyat di Jalur Gaza yang telah menjatuhkan korban gugur dan luka lebih dari 134.000 orang Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita, dan menyebabkan lebih dari 10.000 orang hilang, di tengah kehancuran besar-besaran dan kelaparan.
Israel terus melanjutkan perang sembari mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikannya, dan perintah Mahkamah Internasional untuk mengambil tindakan guna mencegah tindakan genosida dan memperbaiki situasi bencana kemanusiaan di Gaza. (mm/aljazeera)