Damaskus, LiputanIslam.com – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) pada Senin malam (14/7) melaporkan bahwa sekira 100 orang tewas dan lebih dari 200 orang lainnya terluka akibat kontak senjata antara kelompok Druze di satu pihak dan pasukan yang terdiri dari suku Bedouin serta formasi pasukan dari Kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri Suriah di pihak lain.
Bentrokan terkonsentrasi di sekitar desa Kanaker dan di kota Tha’la dan Mazra’a, dan para korban dikirim dan tiba di Rumah Sakit Nasional di Sweida sejak Minggu pagi.
Pada saat yang sama, sebuah pesawat tempur Israel terbang di atas wilayah tersebut, meluncurkan balon-balon pembakar, dan terdengar suara-suara ledakan. Belum dapat dipastikan apakah ledakan tersebut merupakan serangan Israel atau suara tembakan senjata berat selama bentrokan, menurut Observatorium.
Gubernur Sweida Abdul Ghani melaporkan bahwa peluru artileri telah jatuh di kota Sweida, yang berasal dari kota Al-Maliha Al-Sharqiya, tempat suku Bedouin dan pasukan Kementerian Pertahanan berada.
Abdul Ghani menyebutkan bahwa terdapat komunikasi antara Kementerian Pertahanan dan faksi-faksi di Sweida.
Dia juga mengumumkan perebutan lahan pertanian di pedesaan Sweida, dan bahwa “Kanaker akan segera direbut.”
TV Syria melaporkan bahwa “tentara kini berada di 4 km dari pintu masuk barat kota Sweida,” dan bahwa “tentara dan keamanan internal telah mendirikan pos-pos di desa Walgha untuk menjaga keamanan.”
Dilaporkan pula bahwa “tentara dan pasukan keamanan sedang mengejar anggota kelompok bersenjata lokal yang bentrok dengan mereka.”
Warga Sweida dalam sebuah pernyataan mengungkapkan kepedihan mereka atas apa yang mereka sebut sebagai manifestasi kekerasan dan proliferasi senjata di semua pihak.
Mereka menyerukan pengindahan hati nurani kolektif dan kesediaan “mendengarkan suara kebijaksanaan, menjaga tatanan kota dan keamanannya, serta menolak transformasi permukimannya menjadi medan perang.” Mereka mengingatkan bahwa “darah anak-anak kita lebih berharga daripada konflik apa pun.” (mm/almayadeen)