Karbala, LiputanIslam.com – Konferensi “Panggilan Al-Aqsa” keempat dimulai di kota Karbala, Irak, dengan dihadiri oleh 400 tokoh dari 60 negara pada hari Jumat (1/8).
Di awal konferensi, Sekjen Pengurus Makam Suci Imam Hussein, Hassan Rashid al-Abayji, menyampaikan kata sambutan yang menyerukan umat Islam untuk membela Masjid Al-Aqsa dan membebaskan rakyat Palestina.
“Negara-negara di dunia, terutama negara-negara Arab dan Islam, diharapkan untuk tidak membiarkan tragedi kemanusiaan besar di Gaza ini berlanjut,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Pemandangan mengerikan dari kelaparan yang meluas di Jalur Gaza tidak memungkinkan siapa pun yang berhati nurani untuk dapat menyantap makanan atau minuman dengan nikmat.”
Abayji juga mengungkapkan rasa hormatnya atas ketabahan, kesabaran, dan perjuangan bangsa Palestina.
Sementara itu, dokter Palestina Abdul Latif Al-Hajj, direktur sebuah rumah sakit di Gaza dan Wakil Menteri Rumah Sakit, menyerukan inisiatif pengambilan tindakan serius dan perjuangan penegakan keadilan.
Al-Hajj menyatakan bahwa Konferensi Panggilan Al-Aqsa harus menghasilkan langkah-langkah praktis dan nyata untuk membela Gaza.
Beberapa pidato juga disampaikan oleh sejumlah tokoh agamawan dari berbagai negara dunia, termasuk Sheikh Youssef Abbas, yang mewakili Kampanye Global dan Forum Cendekiawan, Muhajiri Zayan, Imam Masjidil Haram di Jenewa dan Presiden Dewan Muslim Eropa, dan pendeta Buddha Kalu Bahana, anggota Komisi Hak Asasi Manusia.
Konferensi Seruan Al-Aqsa tahun pertama diselenggarakan pada September 2022, bekerja sama dengan berbagai kalangan dan lembaga, termasuk Sekretariat Jenderal Makam Suci Imam Hussein, Rumah Fatwa Irak, dan Kampanye Global untuk Kembali ke Palestina.
Konferensi ini bertujuan “menyajikan perjuangan Palestina dan prinsip-prinsip Kebangkitan Husseini,” dengan menganggapnya sebagai “titik-titik persatuan dan titik temu di antara semua orang dari setiap ras, negara, dan agama,” mengingat besarnya jumlah peserta. (mm/almayadeen)