Beirut, LiputanIslam.com – Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengonfirmasi bahwa salah satu komandan seniornya telah gugur syahid akibat serangan pesawat nirawak Israel di Lebanon selatan.
Brigade Qassam pada hari Senin (17/2) mengumumkan bahwa komandan bernama Mohammad Shaheen, yang juga dikenal sebagai Abu al-Baraa, itu gugur akibat serangan udara di kota pelabuhan Sidon di pantai Mediterania.
Mereka berduka atas keterbunuhan Shaheen serta memuji dedikasinya yang besar untuk perlawanan dan perjuangan melawan pendudukan Israel.
Brigade Qassam menyebutkan bahwa komandan militer yang gugur itu telah memainkan peran kunci dalam Operasi Badai Al-Aqsa terhadap entitas Zionis pada 7 Oktober 2023, dan secara aktif melakukan serangkaian tugas sejak saat itu.
Di pihak lain, militer Israel dan dinas keamanan internal Shin Bet dalam pernyataan bersama mengidentifikasi Shaheen sebagai “kepala Departemen Operasional Hamas di Lebanon.”
Mereka menuduhnya merencanakan serangan terhadap pemukim Israel dari Lebanon. Tentara Israel dan Shin Bet juga menyebutnya “sumber pengetahuan penting” untuk serangan roket dari Lebanon.
Saluran berita televisi al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon melaporkan bahwa serangan pesawat nirawak Israel menargetkan sebuah mobil di pintu masuk Sidon.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah kendaraan terbakar di jalan raya, dengan kepulan asap hitam darinya. (mm/presstv)